Cegah Pasien Masuk Rumah Sakit

TANJUNG REDEB – Tingginya angka pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdul Rivai, di masa-masa tertentu membuat pemerintah harus segera menyediakan rumah sakit baru. Namun, untuk memaksimalkan kinerja petugas dan layanan RSUD, Wakil Bupati (Wabup) Berau, Agus Tantomo sempat meminta untuk mencegah pasien dari kecamatan-kecamatan masuk RSUD. Caranya dengan memaksimalkan layanan kesehatan Puskesmas.

“Artinya jika hanya penyakit biasa yang bisa ditangani di Puskesmas, ya ditangani disana saja, tak perlu jauh-jauh ke rumah sakit,” jelas Wabup. Dengan kata lain, mencegah yang dimaksud adalah bagaimana pelayanan kesehatan di Kecamatan bisa maksimal.

Menangkal lonjakan pasien diwaktu-waktu tertentu sebenarnya bisa diantisipasi dan dicegah dengan memaksimalkan pelayanan Puskesmas, atau tingkat dibawahnya lagi seperti Puskesmas Pembantu (Pustu). Sebab, dari pantauannya, beberapa kali ditemukan pasien yang sebenarnya tidak darurat atau mengidap penyakit biasa, yang menginap di rumah sakit. Padahal, dilihat dari tempat tinggalnya dari kampung jauh, berobat ke rumah sakit tentu sesuatu yang sedikit aneh.

“Padahal di Puskesmas saja bisa, kenapa harus jauh-jauh ke rumah sakit. Biaya perjalanan, ongkos rumah sakit, rawat inapnya lagi, nah ini artinya layanan Puskesmas yang perlu ditingkatkan,” beber Wabup.

Apalagi Berau saat ini sudah punya Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Talisayan yang bisa menampung pasien dari wilayah pesisir. Belum lagi, Puskesmas-puskesmas 24 jam di beberaa Kecamatan, Puskesmas biasa dan Pustu di kampung-kampung. Jika layanan tepat, edukasi yang benar, serta sosialisasi yang tepat, maka masyarakat bisa memahami mana penyakit yang seharusnya dibawa ke Puskesmas mana yang harus ke rumah sakit.

“Jadi saya sudah minta kepada Dinas Kesehatan untuk evaluasi pelayanan Puskesmas, tingkat layanan jadi tidak terjadi penumpukan pasien di Rumah sakit, sampai-sampai kadang ada yang dirawat dilorong rumah sakit, kasihankan,” tandasnya.(msz)