Di Mal Ini Ada Ruang Priority untuk Wajib Pajak

 

TANJUNG REDEB – Berbicara mengenai pelayanan bank, memang harus selalu memprioritaskan kenyamanan nasabah dalam setiap transaksinya. Hal ini pastinya merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga konsumen agar tetap nyaman menjadi nasabah bank tersebut.

Selain itu, faktor kenyamanan dan keamanan merupakan faktor yang sangat diperhitungkan oleh para nasabah untuk menentukan dimana mereka akan menjadi nasabah dan melakukan berbagai transaksi. Di dalam dunia perbankan, ada dua cara yang digunakan sebagai bagian dari strategi dalam memberikan kenyamanan pada nasabah yaitu priority (keutamaan) banking dan premium (umum) banking.

Namun, bagaimana jika strategi perbankan tersebut diterapkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam birokrasi pemerintahan. Seperti, yang direncanakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau guna memanjakan setiap wajib pajak (WP), yang turut menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) dari segi pajak daerah cukup besar.

Kepala Bapenda Berau, Maulidiyah mengatakan, pihaknya akan membuat sebuah ruang priority, yang akan dikhususkan bagi WP yang pembayaran pajaknya di atas Rp25 juta. Mereka nantinya akan dilayani secara prima oleh pegawai Bapenda Berau, tanpa perlu mengantri atau berdiri untuk menunaikan kewajibannya.

“Jadi, mereka duduk dengan manis, kita yang datang. Apa keinginan-keinginannya? Kita buatkan. Ruangan ini kita khususkan, disitu nanti tersedia minuman dan snack-snacknya. Mungkin teh atau kopi, mau hangat atau panas. Mau apa, nanti kita siapkan dan silahkan mereka menunggu,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (01/03/2017) pagi.

BACA JUGA : Wabup : Bapenda Berau Sudah Seperti Mal Pelayanan Publik

Apakah konsep priority Bapenda ini turut mengadopsi strategi perbankan dalam memberikan kenyamanan pada nasabahnya? Ditanya begitu, Maulidiyah mengakui, pihaknya meniru strategi tersebut. Namun, hanya pada sisi pelayanannya saja. Pihaknya telah membuat inovasi baru yang akan melengkapi konsep priority tersebut, yakni dengan menjalin kerja sama dengan hotel, restoran, bahkan maskapai penerbangan.

“Ini sedang kita coba, jadi mereka (WP-red) itu dapat diskon. Kita akan berikan mereka kartu. Jadi, sudah mereka dilayani di ruangan khusus, kita juga berikan mereka diskon,” lanjutnya.

Ditambahnya, pihaknya tidak hanya akan bekerja sama dengan hotel yang ada di Berau, melainkan juga akan menjajaki hubungan simbiosis mutualisme dengan hotel yang ada di luar Berau. Seperti, dengan hotel yang ada di Provinsi DKI Jakarta, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan daerah lainnya.

“Yang ada di Maratua, Derawan dan Biduk-Biduk juga. Jadi, hotel-hotel yang ada hubungannya dengan pariwisata, kemudian juga ada hubungannya dengan pelayanan-pelayanan yang di luar daerah mungkin. Seperti kalau di Balikpapan, kita akan coba mungkin dengan (Grand) Jatra Balikpapan. Tapi, ini baru mau penjajakan, insya Allah dalam waktu dekat ini akan kita realisasikan,” tambahnya.

Program priority Bapenda ini, jelas Maulidiyah, akan dilaunching saat penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang – Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT-PBB) pada bulan ini, yang direncanakan dilaunching langsung oleh Bupati Berau, Muharram.

Namun, pihaknya saat ini masih perlu waktu terkait kartu priority Bapenda itu. Sebab, pihaknya juga harus melakukan penjajakan terlebih dulu dengan berbagai pihak serta bertemu dengan beberapa WP. Seperti, dengan hotel atau restoran, yang bersedia memberikan diskon kepada pemilik kartu priority Bapenda tersebut.

“Rata-rata yang sudah saya hubungi ini, mereka bersedia. Menyambut baik karena kan juga mereka (diuntungkan–red), otomatis kan orang akan datang. Mungkin nanti diskon diantara 10 sampai 20 persen,” jelasnya.

Dikatakannya, pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan perbankan. Dimana, setiap WP yang datang ke bank dan membawa kartu priority Bapenda, cukup melihatkan kepada pihak bank. Sehingga, akan dilayani atau diutamakan dalam urusan perbankan, baik menabung, menarik uang maupun melakukan pembayaran tagihan dan sebagainya.

“Kita untuk saat ini masih Bapenda sendiri, logo (kartu) yang kita pakai itu logo SIMHORE. Tapi, tidak menutup kemungkinan karena inikan juga kita membawa pemerintah daerah, ya tidak menutup kemungkinan kita ada kerjasama dengan pariwisata nantinya,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bapenda Berau, Djupiansyah Ganie menambahkan, pihak yang turut mendukung program priority Bapenda itu, juga akan mendapatkan beberapa keuntungan. Seperti, untuk hotel dan restoran yang memberikan diskon kepada pemilik kartu priority Bapenda, akan dibuatkan semacam katalog yang berfungsi sebagai media promosi.

“Ciri khas kartu itu, nanti akan mencerminkan (budaya) lokal kita. Nanti ada gambar Derawan, gambar penyu. Itu pasti kalau untuk kartu itu,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia