Tak Mau Kecolongan, Camat Pastikan Pemeriksaan Berkas Balon Kakam Lebih Ketat

 

TALISAYAN – Guna menghindari berkas fiktif, Pemerintah Kecamatan Talisayan akan lebih ketat melakukan verifikasi berkas, bagi para bakal calon (balon) kepala kampung yang mencalonkan diri. Seperti diketahui, untuk wilayah Talisayan ada sekitar 6 kepala kampung yang akan berakhir masa jabatannya di tahun 2017, dan pemilihan kepala kampung berikutnya, rencananya akan dilakukan pada Oktober mendatang.

Kepada beraunews.com, Camat Talisayan David Pamudji mengatakan, hal itu dilakukan guna menghindari adanya balon kakam yang menghalalkan berbagai cara untuk menjadi kepala kampung. Termasuk memalsukan berkas persyaratan pendaftaran calon kepala kampung.

“Ini untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan terjadinya hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya saat berada di ruang kerjanya, Selasa (28/02/2017).

Dijelaskannya, ada beberapa langkah yang akan dilakukan dalam mengantisipasi hal tersebut, yakni dengan mengoptimalkan sosialisasi mekanisme dan tatacara pencalonan dan pemilihan kakam melalui rapat terpadu, dan surat edaran. Disamping itu, juga menginstruksikan seluruh BPK agar dapat membentuk panitia kepala kampung guna melakukan verifikasi terhadap berkas sesuai pada peraturan dan ketentuan yang berlaku.

“Kita juga membentuk tim pemilihan kepala kampung serentak di kecamatan yang tugasnya membina, memfasilitasi, memonitor, serta evaluasi pelaksanaan pemilihan kakam. Disamping itu juga melakukan verifikasi keabsahan berkas balon kepala kampung sebelum dilakukan penetapan,” bebernya.

Dirinya juga mengatakan, setiap berkas persyaratan balon yang mendaftar akan ditelusuri oleh pihak panitia penyelenggara, apakah itu panitia yang ada di kampung itu sendiri, maupun dari tim kecamatan. Sebab, pihaknya tidak ingin terjadi kesalahan dalam proses pemilihannya.

“Kita jelas akan mengupayakan agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pemilihan kepala kampung nanti. Kita juga meminta, pihak panitia kampung juga harus lebih selektif dalam melakukan penjaringan, dan memeriksa berkas persyaratan sesuai dengan mekanisme. Karena kita tidak ingin ada berkas fiktif yang lolos dan menjadi kepala kampung,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia