Musrenbang Kecamatan Digelar, Wabup Minta Perhatikan Kualitas Usulan

 

SEGAH – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Kabupaten Berau tahun 2017, dimulai dari Kecamatan Segah. Agenda rutin tahunan yang digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun selanjutnya ini digelar Senin (27/02/2017) pagi, bertempat di balai pertemuan Kantor Kecamatan Segah.

Musyawarah ini dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Berau, Agus Tantomo, anggota DPRD Berau, Camat Segah, Kepala Kampung se-Kecamatan Segah, Kapolsek Segah, Sekretaris Camat Segah, dan Kepala Badan Penyuluhan Kampung (BPK) se-Kecamatan Segah. Hasil Musrenbang ini nantinya akan diajukan melalui camat, kemudian dilanjutkan ke kabupaten.

Dalam sambutannya, Wabup Agus Tantomo mengungkapkan, seiring sejalan dengan adanya badai defisit anggaran yang turut berdampak hingga ke Kabupaten Berau, aparatur pemerintah kampung dan kecamatan serta masyarakat juga diharapkan dapat lebih memahami kondisi pemerintahan yang ada. Dengan demikian, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), diprioritaskan agar lebih melihat dari sisi kualitas, bukan kepada kuantitas.

Selanjutnya, dalam momentum turunnya anggaran di 2016 lalu dan tahun ini, juga memberikan kesadaran bagi masyarakat Berau maupun Pemkab Berau sendiri bahwa jangan hanya mengandalkan sektor saja. Misalnya, sektor perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batubara. Untuk itu, perlu adanya gebrakan di sektor-sektor lainnya yang dianggap juga mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD), seperti sektor pariwisata dan lainnya.

“Boleh anggaran itu turun secara kuantitas atau secara angka, tapi kita tetap menaikkan kualitasnya. Maksud saya adalah sekarang aparatur pemerintah kampung dan kecamatan harus bisa membaca dan menitipkan aspirasi untuk dianggarkan. Tolong! Dipikirkan kualitasnya, bukan kuantitasnya,” ungkapnya, Senin (27/02/2017) siang.

 

Dikatakan Wabup, dirinya juga telah menangkap beberapa hal yang dianggap perlu dan menjadi skala prioritas dalam pemenuhannya. Yakni, mengenai jaringan telekomunikasi, yang mana saat ini merupakan tanggung jawab Pemkab Berau.

”Saya setuju kalau ini ditampung di APBD untuk diprioritaskan. Perlu diketahui, tahun ini, kita telah mendapatkan bantuan 50 mini tower, bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi. Dimana, tahun ini 20 mini tower dan tahun depan 30 mini tower,” katanya.

Tidak kala penting, Wabup juga telah berencana akan membentuk forum Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Forum ini berperan untuk memperjelas kemana arah CSR yang dikeluarkan oleh setiap perusahaan, yang selama ini dianggap tidak jelas peruntukkannya.

Sehingga, melalui forum ini, peruntukkan CSR akan diatur dengan baik. Misalnya, perusahaan kelapa sawit, wajib berapa CSR-nya? Begitu juga dengan perusahaan tambang batubara dan sebagainya.

“Jadi, jelas tidak seperti sekarang, sumbangnya sukasuka dia (perusahaan-red). CSR itu bukan sumbangan, artinya tanggung jawab perusahaan,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia