Soal Pengumuman PTT Pusat Diangkat CPNS, Ini Penjelasan BKPP Berau

 

TANJUNG REDEB – Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan memverifikasi 39.090 tenaga kesehatan yang berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang sudah mengikuti seleksi Tes Kompetensi Dasar (TKD) pada tahun 2015 lalu, dan telah dinyatakan lulus seleksi. Verifikasi dilakukan berdasarkan ketentuan pengangkatan CPNS.

Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian BKN, Aris Windiyanto mengatakan, meskipun para tenaga kesehatan tersebut sudah dinyatakan lulus seleksi, namun ketika dalam proses verifikasi dinyatakan tidak memenuhi syarat pengangkatan CPNS. Misalnya dari syarat usia, BKN tidak akan menetapkan NIP CPNSnya. Pernyataan itu disampaikan Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian BKN dalam kegiatan Penyerahan Dokumen Penetapan Kebutuhan dan Hasil Seleksi ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah dari PTT Kementerian Kesehatan tahun 2017, yang berlangsung Selasa (21/02/2017) di Balai Kartini, Jakarta.

Tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, dokter gigi, dan bidan itu, selanjutnya akan melalui tahapan verifikasi berkas sebelum ditetapkan NIP dan Surat Keputusan (SK) pengangkatannya menjadi CPNS. Tahapan verifikasi berkas bagi tenaga kesehatan PTT yang akan diangkat menjadi CPNS dengan TMT 1 Maret 2017 tersebut akan dilakukan di seluruh Kantor Regional BKN. Untuk itu, seluruh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) diminta segera berkoordinasi dengan Kantor Regional BKN yang sesuai dengan wilayah kerjanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau, Abdul Rifai mengatakan, program pengangkatan CPNS tersebut ditujukan untuk tenaga kesehatan yang masih berstatus PTT dan berasal dari penerimaan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI. Dimana, dari 39.090 tenaga kesehatan PTT, yang sudah mengikuti seleksi TKD pada tahun 2015 lalu dan telah dinyatakan lulus seleksi, sebanyak 18 orang diketahui berasal dari Kabupaten Berau.

Hal ini sesuai Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Berau dan Kementerian Kesehatan RI, dengan nomor HK05.01/III/1008/2016 dan 440/115/SEP-1/UMTEK/III/2016 tentang Pengadaan PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau dari PTT Pusat.

“Itu PTT pusat. Dari beberapa yang mengikuti seleksi, yang memenuhi syarat itu ada 18 orang. Dokter gigi ada 8, sisanya bidan,” katanya saat dihubungi beraunews.com, Minggu (26/02/2017) siang.

Dikatakannya, tenaga kesehatan yang masih berstatus PTT itu, seluruhnya telah mengabdi beberapa tahun di puskesmas yang masuk dalam kriteria daerah yakni terpencil dan sangat terpencil. Seperti, tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas Pulau Derawan dan puskesmas Maratua, serta daerah terpencil lainnya.

“Dia PTT yang mengikuti seleksi jadi CPNS, tapi program pusat, bukan program daerah. Sudah melaksanakan tugasnya, ada yang di Derawan, Maratua dan beberapa daerah terpencil lainnya,” katanya.

Terkait pengumuman tenaga kesehatan PTT yang dinyatakan diangkat menjadi CPNS, apakah pihaknya sudah menerima surat pemberitahuannya? Ditanya begitu, Rifai menjelaskan, pihaknya saat ini belum menerima surat pemberitahuan akan tenaga kesehatan PTT yang akan diangkat menjadi CPNS dari BKN. Pihaknya akan menunggu hingga Senin (27/02/2017) besok.

Namun, pihaknya tentu juga akan segera melakukan koordinasi dengan Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Banjarmasin, Kota Banjar Baru maupun ke KemenPAN-RB.

“Untuk pemberitahuannya, kita belum ada terima. Kita menunggu edaran dari BKN saja nanti. Kita menunggu hasil dari itu. Itu yang mengikuti seleksi dan memenuhi syarat, tapi kita belum tahu pengumumannya,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia