Bupati Imbau Perusahaan di Batu Putih Perhatikan Karyawan Lokal dan Akses Jalan

 

BATU PUTIH – Saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Batu Putih, Bupati Berau Muharram selain menyampaikan sejumlah program, ia juga meminta pihak perusahaan yang ada di Kecamatan Batu Putih untuk ikut membantu pembangunan kampung. Seperti diketahui, ada sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Batu Putih seperti PT Sumalindo Alam Lestari (SAL), dan PT Jabontara Eka Karsa (JEK).

Ia mengatakan, dengan keberadaan sejumlah perusahaan itu, diharapkannya dapat lebih berkontribusi untuk membangun kampung yang ada di sekitar perusahaan. Disamping itu, dirinya juga meminta kepada manajemen perusahaan untuk memperhatikan masyarakat di wilayah operasionalnya yang masih pengangguran.

“Berdayakan masyarakat yang ada di sini (Kecamatan Batu Putih-red). Jangan banyak membawa karyawan dari luar daerah, sementara masyarakat di sini banyak yang belum bekerja,” ungkapnya saat berpidato di pendopo kecamatan, baru-baru ini.

Disamping itu, dirinya juga berpesan kepada sejumlah manajemen perusahaan yang saat itu hadir, untuk selalu memperhatikan masyarakat yang telah diperkerjakan perusahaan. Terutama hak-haknya sebagai karyawan, mulai dari jaminan kesehatan, ketenagakerjaan, penggajian yang layak, serta hak-hak normatif wanita juga harus diperhatikan pihak manajemen perusahaan.

“Usahakan sejahterakan mereka, Pastikan bahwa hak-hak mereka sebagai karyawan sudah diberikan secara proporsional,” ujarnya.

 

Tak hanya itu, dirinya juga meminta peran serta perusahaan untuk ikut melakukan perbaikan jalan poros, baik jalan kampung maupun jalan poros provinsi yang kerap dilalui kendaraan-kendaraan pengangkut buah sawit, maupun truk CPO. Sebab menurut dia, sebagian besar penyebab kerusakan jalan disebabkan oleh kendaraan pengangkut sawit, dan CPO yang bebannya diluar kemampuan jalan. Pasalnya, jika kendaraan sawit tersebut dihentikan pemerintah dan diwajibkan melalui jalan lain, hal itu juga dikatakannya tidak mungkin. Karena, kendaraan tersebut juga merupakan milik masyarakat.

“Untuk itu kita juga meminta partisipasinya dan kerjasamanya untuk melakukan perbaikan jalan yang rusak. Jangan tunggu diminta baru bergerak, harus punya inisiatif. Saya kira tidak terlalu besar dananya jika hanya memelihara jalan. Tidak akan bikin bangkrut perusahaan kalau hanya pemeliharaan. Toh yang menggunakan kita juga,” bebernya
 
Dirinya juga meminta kepada pihak perusahaan, untuk memperhatikan pembangunan kampung sebagai bentuk dari program CSR. Agar keberadaan perusahaan dapat lebih bermanfaat.

"Meskipun tidak bisa memberi uang, setidaknya pinjamkan alat berat mereka untuk pemeliharaan jalan kampung sebagai bentuk dari CSR mereka," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia