Anggaran Besar, Gaji Besar, Kepala Kampung Harusnya Lebih Berkinerja

 

BATU PUTIH – Dalam kunjungan kerjanya ke wilayah pesisir selatan Berau, Bupati Berau Muharram, juga melakukan kunjungan ke Kecamatan Batu Putih pada Rabu (22/02/2017) sekitar pukul 09.30 Wita, setelah mengunjungi Kecamatan Biduk-Biduk. Pertemuan yang dilakukan di pendopo Kecamatan Batu Putih tersebut, tidak hanya dihadiri oleh seluruh kepala kampung yang ada di sana, sejumlah elemen masyarakat juga hadir dalam acara yang bertajuk Silaturahmi dan Kunjungan Kerja Bupati Berau dan Wakil Bupati Berau itu.

Dalam kunjungannya ke pesisir, orang nomor satu di Kabupaten Berau tersebut juga membawa sejumlah Asisten Pemkab Berau, dan sejumlah kepala SKPD teknis, seperti Kepala Dinas Perkebunan Sumaryono, Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Berau Suparno Kasim, dan Kepala Dinas Perikanan Berau Fuadi. Disamping itu, acara itu juga dihadiri sejumlah perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Batu Putih, Seperti PT Jabontara, dan PT Sumalindo.

Membuka acara, Camat Batu Putih Mansyur saat menyampaikan sambutannya di hadapan Muharram, tentang SDA di wilayah Batu Putih. Baik itu sektor pariwisata, sektor pertanian, perkebunan, peternakan serta potensi perikanan yang ada di Kecamatan Batu Putih. Menurutnya, potensi alam yang ada di Batu Putih cukup baik. Disamping itu, dirinya juga menggambarkan potensi alam masing-masing kampung yang ada di wilayahnya.

“Sebagian besar masyarakatnya bertani, berkebun, dan beternak serta memanfaatkan sektor perikanan. Karena, potensi yang ada di Batu Putih memang sektor itu yang paling potensial,” bebernya.

Sementara itu, Muharram dalam pidatonya mengatakan, selain melakukan kunjungan kerja, dirinya juga ingin kembali bersilaturahmi setelah setahun menjabat sebagai Bupati Berau. Tidak lupa, dirinya juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada masyarakat Berau, khususnya di Kecamatan Batu Putih karena telah mendukung pemerintahannya selama setahun belakangan ini.

“Sebab tanpa ada dukungan dari masyarakat, pemerintahan ini tidak akan berjalan lancar,” ungkapnya diiringi tepuk tangan masyarakat.

Tak hanya itu, dirinya juga menyampaikan terkait kondisi keuangan APBD Berau yang sejak tahun lalu dilanda defisit anggaran ratusan miliyar. Akibatnya, tak sedikit proyek yang seharusnya dapat dikerjakan, terpaksa ditunda dan dibatalkan guna menghindari hutang.

“Alhamdulillah, Kabupaten Berau salah satu kabupaten yang tidak punya hutang,” katanya.

Meskipun Berau masih diterpa badai defisit anggaran, namun dapat dipastikannya, ADK tetap berjalan. Bahkan diakuinya, ADK Kabupaten Berau, merupakan salah satu yang terbesar se Indonesia. Dengan anggaran yang besar tersebut, dirinya ingin kampung-kampung yang ada di Kabupaten Berau dapat menjalankan roda pembangunan yang signifikan.

“Sementara pembahasan anggaran APBD tahun 2017 dikurangi lagi anggarannya menjadi 1,8 triliun. Di sinilah menuntut keseriusan kita, bagaimana membagi-bagi ini agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik. Saya juga tekankan SKPD untuk tidak boros, tapi dana desa tetap kita pertahankan 2,5 milyar pertahun,” jelasnya.

Selain ADK yang besar, gaji kepala kampung juga diklaim Muharram menjadi salah satu yang terbesar se-Indonesia. Seharusnya kata dia, dengan anggaran cukup besar tersebut pembangunan kampung lebih maju dibandingkan kabupaten yang lain.

“Dengan ADK yang besar, gaji kepala kampung juga besar, kita ingin kepala kampungnya jauh lebih berkinerja dari kepala kampung dari kabupaten lain, serta kepala kampung juga harus lebih jujur karena gajinya sudah lebih tinggi dari kepala kampung yang ada di kabupaten lain,” ujarnya.

Tak itu saja, lebih lanjut disampaikannya, terkait ADK dirinya juga harus memperjelas terutama soal dana RT yang totalnya sekitar 50 juta per RT. Menurutnya, masih banyak yang salah kaprah tentang anggaran untuk RT tersebut.

Dijelaskannya, dana 50 juta untuk RT itu memang merupakan janji yang ada di kontrak politiknya saat masih kampanye waktu lalu. Namun, dana RT tersebut digunakan untuk keperluan sarana atau fasilitas umum berdasarkan kesepakatan atau aspirasi masyarakat yang ada di RT tersebut.

“Jadi perlu kita tegaskan, dana RT itu bukan untuk dibagi-bagi. Tapi digunakan untuk pembangunan keperluan warga di RT setempat, dan uangnya juga dipegang oleh pemerintah kampung, bukan dipegang RT,” jelasnya.

Acara tersebut, diakhiri dengan sesi tanya jawab, antara masyarakat kampung dan Bupati Berau, guna mengetahui lebih dalam persoalan warga yang ada di wilayah Batu Putih.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia