Kadinsos : Kuncinya Banyak Bertanya, Rajin Membaca dan Jangan Lupa Koordinasi

 

TANJUNG REDEB – Beralih jabatan sejak mutasi besar-besaran yang dilakukan Pemkab Berau di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS), 23 Desember lalu, tidak merubah semangat pengabdian mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Rohaini.

Meski saat ini tak lagi bertugas sebagai Kepala Disbudpar, namun istri dari Sekretaris Daerah (Sekda), Jonie Marhansyah ini mengaku tak masalah. Bahkan, ia menyatakan sejak minggu pertama menjabat di Dinsos, ia langsung beradaptasi dengan segala bidang pekerjaan barunya tersebut, termasuk dengan seluruh pegawai yang ada.

Ada empat kunci yang ia yakini dapat menjadikan dirinya menjadi lebih baik dan lebih profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kepala Dinsos, diantaranya beradaptasi, banyak bertanya, rajin membaca dan membangun koordinasi dengan seluruh bidang di lingkungan pekerjaannya tersebut.

“Kuncinya kan kita menerima. Lalu ditambah dengan proses adaptasi yang diri kita sendiri harus menjadikannya mudah, caranya dengan banyak bertanya apa yang kita tidak ketahui. Dan yang paling penting adalah membaca apa saja yang dapat menambah ilmu pengetahuan kita di tempat pekerjaan baru ini, serta jangan lupa untuk membangun koordinasi tingkat tinggi dengan semua pegawai kita,” ungkapnya saat berbincang dengan beraunews.com, Senin (20/02/2017).

Saat disinggung mengenai perbedaan tugas dan amanah yang diberikan kepada dirinya pasca mutasi, ia mengatakan tak ada yang berubah. Sebab dalam pekerjaan sebelumnya sebagai Kepala Disbudpar, dengan segala program yang dibuat harus dapat mencapai tujuan agar masyarakat yang berada di lingkungan destinasi wisata dapat hidup layak, dan mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari objek wisata yang ada di daerah mereka.

“Tujuan kita semua kan sama saja. Kalau ditanya apa bedanya pekerjaan saat ini dengan pekerjaan yang sebelumnya? Saya kira ini hanya berbeda cara dan proses saja. Kalau di Disbudpar, kita bekerja membuat program agar masyarakat di objek wisata dapat sejahtera, kalau di Dinsos, kita juga punya amanah agar masyarakat jadi sejahtera. Namun dengan cara yang langsung pada poinnya, bukan lagi lewat program di objek-objek pariwisata,” jelasnya.

Meski awalnya menikmati pekerjaannya, namun tiga bulan setelah mutasi berlalu, ia mengaku semakin menikmati pekerjaannya saat ini. Yang terpenting baginya, bukan soal lembaga. Namun bagaimana dalam memimpin sebuah lembaga tersebut, ia mampu memberikan kesejahteraan dan manfaat bagi masyarakat. Sebab ia memegang prinsip bahwa selama menjabat sebagai PNS ia adalah pelayan bagi masyarakat. Apapun yang ia lakukan adalah untuk masyarakat.

“Semua ini hanya proses. Proses kita bagaimana menjadi manusia atau seorang pemimpin yang akan berguna bagi masyarakat. Jadi, dimanapun saya kemarin ditugaskan untuk menjabat, maka akan saya terima dengan senang hati. Karena tujuan kita hanya satu, yakni mengabdi dan menyejahterahkan masyarakat lewat program dari Dinas yang kita pimpin saat ini,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia