Balai Benih Ikan di Bedungun Sudah Tersertifikasi

 

TANJUNG REDEB – Saat ini, budidaya perikanan merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Berau, bahkan disebut-sebut bakal jadi penopang ekonomi masyarakat saat ini. Apalagi saat ini balai benih ikan di Sei Bedungun telah mendapat sertifikat cara pembenihan ikan yang baik khusus indukan Ikan Mas, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih mengatakan, balai benih ikan di Sei Bedungun ini sudah lama berdiri dan merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kabupaten Berau dan saat ini telah memperoleh sertifikasi dengan predikat baik.

Ia mengaku, jika saat ini bukan saja hanya benih ikan Mas yang disediakan, namun ada beberapa jenis ikan lain seperti ikan Nila, Patin, Lele dan Udang Galah.

"Saat ini kurang lebih ada 9 orang pekerja yang masing-masing menjaga benih yang berbeda," ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (15/02/2017)

BACA JUGA : Bupati Resmikan Unit Pembenihan Rakyat di Inaran

Ke depan nanti, Yunda berharap jika keberadaan balai benih ikan ini tidak hanya fokus ke benih ikannya saja, tetapi juga dapat membudidayakan ikan dan memasarkannya untuk dikonsumsi dan tentunya bisa memiliki variasi jenis benih.

"Mungkin nanti kita bisa memasukkan jenis benih yang baru," katanya.

Untuk tahun ini pihaknya menargetkan pengadaan bibit 725 ribu ekor, setidaknya Balai Benih Ikan (BBI) dapat memenuhi paling tidak 50 persen dari kebutuhan benih yang ada di Kabupaten Berau.

"Selain itu juga kekurangan benih di sini juga dapat di-support oleh Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang telah dibina oleh dinas perikanan," ujarnya.

Biasanya, lanjut dia, jika kebutuhan benih tidak bisa terpenuhi, pembudidaya juga dapat mengambil dari luar daerah. Namun hal seperti itu yang harus dihindari sebab jika mendatangkan benih dari luar tidak ada yang tahu bagus atau tidaknya benih tersebut.

BACA JUGA : Ciptakan Icon Budidaya Ikan Air Tawar

"Takutnya kalau mendatangkan dari luar, nanti ada benih yang sakit atau tidak bagus dan mengalami kegagalan, otomatis si pembudidayalah yang harus bertanggungjawab," jelasnya.

Untuk budidaya air payau di laut, diakuinya, sementara ini pihaknya masih mendatangkan benih dari luar.

"Di Kecamatan Talisayan memang ada, tetapi itu milik Dinas Perikanan Provinsi dan kita tidak ada campur tangan," tutupnya.(bnc)

Wartawan: M.S Zuhrie/Editor: R. Amelia