Kendaraan Melintas Harus Perhatikan Rambu dan Beban Angkutan

 

TANJUNG REDEB – Jalan di Indonesia dibagi dalam beberapa kelas, berdasarkan pada kebutuhan transportasi, muatan sumbu terberat kendaraan bermotor serta konstruksi jalan. Pengelompokan kelas tersebut yakni, jalan kelas I, jalan kelas II, jalan kelas III A, III B, dan III C.

Untuk di daerah Kabupaten Berau, kelas jalan yang digunakan adalah jalan kelas III C. Berdasarkan kutipan dari wikipedia, jalan kelas III C merupakan jalan lokal dan jalan lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor, termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 milimeter, ukuran panjang tidak boleh melebihi 9.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan adalah 8 ton.

Sedangkan untuk di area seperti jembatan penghubung antara Tanjung Redeb-Sambaliung dan Tanjung Redeb-Gunung Tabur, hanya boleh dilalui kendaraan dengan beban maksimal 5 ton, jika melebihi beban yang telah ditentukan, tidak diperkenankan untuk melewati jembatan tersebut.

Mengenai hal tersebut, Suhaidi, warga Jalan Durian III Gang Waru menyampaikan, perlunya dipasang kelengkapan rambu-rambu lalu lintas di setiap jalan raya, terutama di perkotaan. Pasalnya, kendaraan berat bebas keluar masuk di jalan raya yang padat pengendaranya.

“Tolong kepada Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Berau, untuk mengatur jadwal dan kendaraan berat yang boleh berlalu lalang di jalan utama, mohon ditertibkan,” ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (07/02/2017).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Abdurrahman Ullang mengatakan, pihaknya sudah melakukan imbauan dan sosialisasi kepada pemilik kendaraan berat ketika ingin melintas di jalan raya. Selain itu, pihaknya juga sudah memasang peringatan atau pemberitahuan terkait hal tersebut, melalui spanduk dan baliho di beberapa titik kota dan kecamatan.

“Beberapa waktu lalu kami sudah mengimbau sekaligus mensosialisasikan kepada kendaraan angkutan sawit, yang diperbolehkan melintas di Tanjung Redeb sekitar pukul 23.00 malam sampai jam 06.00 pagi, di luar daripada jam tersebut tidak diperbolehkan melintas. Bahkan sudah dipasang rambu peringatannya, salah satunya di Gunung Tabur dan Sambaliung, yakni berupa baliho,” ungkapnya.

Terkait kendaraan berat yang beroperasi di kawasan kota, tambahnya, pihaknya sudah mengadakan pertemuan dengan Kasat Lantas, AKP Wisnu Dian Ristanto, dalam rangka menertibkan kendaraan berat yang aktif beroperasi di dalam kota.

“Terkait dengan kendaraan besar dan berat yang ada dalam kota ini, kami sudah ada pertemuan dengan Kasat Lantas, AKP Wisnu Dian Ristanto. Bahwa itu akan kita tertibkan juga, yang mau kita bicarakan terlebih dahulu terkait jam operasinya. Seperti di saat jam-jam sibuk, mungkin kendaraan besar dan berat yang beroperasi di kota ini tidak diperkenankan beroperasi dulu. Dalam waktu dekat ini akan kita tindaklanjuti,” tuturnya.

Ia berharap, ketika peraturan sudah ditetapkan maka masyarakat dapat mematuhi peraturan tersebut. Teruntuk kepada pemilik kendaraan besar dan berat agar bisa tertib saat berlalu lintas, sehingga aktivitas masyarakat tidak merasa terganggu selama berada di jalan raya.(bnc)

Citizen Jurnalis: Catur Indra LP/Editor: R. Amelia