Lima Remaja Diamankan, Berau Butuh Perda Larangan Ngelem

 

TANJUNG REDEB – Maraknya aksi remaja ngelem di Berau menjadi perhatian serius bagi Satpol PP, selaku instansi penertib dan penegak Perda di tingkat Kabupaten.

Ngelem atau menghirup aroma lem atau disebut inhalan, merupakan tindakan kenakalan remaja yang masih banyak ditemukan pihaknya. Sehingga, keberadaan Peraturan Daerah (Perda) yang mengikat aturan pelarangan ngelem perlu diadakan. Hal itu disampaikan Kepala Satpol PP, Ahmad Ismail, saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Senin (30/01/2017).

BACA JUGAPerda Inhalan Perlu ada di Kabupaten/Kota  

Dikatakan Ismail, aksi ngelem tersebut bukan hanya menjadi keresahan atas kenakalan remaja saja, namun jika memandang dari segi kesehatan, aksi ngelem tersebut juga banyak dampak negatifnya. Diantaranya merusak sistem kerja organ di dalam tubuh termasuk menyerang bagian hati dan paru-paru manusia.

"Bahaya sekali kalau anak-anak kita ini dibiarkan ngelem. Tindakan kita selaku orang tua harus lebih dari sekadar melarang, tetapi harus memastikan anak-anak terhindar dari kecanduan lem. Selain itu, Perda tetang larangan ngelem ini juga harus ada, agar bisa lebih memperkuat tindakan kita melarang mereka," ujarnya.

Tak hanya itu, sangat dikhawatirkan apabila remaja terus melakukan aksi ngelem, sistem fungsional otak juga akan menurun. Untuk menghindari hal itu terjadi, selama ini pihaknya terus mengamankan sejumlah anak yang kedapatan ngelem. Namun tindakan pengamanan saja rupanya belum cukup membuat mereka jera.

"Selama ini kalau kita dapat anak ngelem, diamankan ke kantor, lalu buat surat pernyataan dan pemanggilan orang tua. Kemudian dikembalikan ke orang tuanya. Tapi dengan adanya Perda yang kita maksud, saya rasa akan ada solusi lebih dari sekadar memulangkan mereka begitu saja, kemudian mengulangi perbuatan yang sama," jelasnya.

BACA JUGA : Soal Perda Inhalan, Ketua Banleg DPRD Berau : Buktikan Kerja Kita Dulu

Saat ini pihaknya tengah mempelajari perihal Perda larangan ngelem tersebut. Bahkan Minggu (29/01/2017) malam lalu, pihaknya telah berhasil mengamankan lima remaja berstatus pelajar yang melakukan aksi ngelem. Kelima remaja tersebut diamankan di Jalan Kayu Putih, Kecamatan Teluk Bayur, berdasarkan laporan warga setempat.

"Kita pelajari dari daerah lain dulu, kalau memang bisa diterapkan di Berau, ya kenapa tidak? Karena saat ini kita sudah darurat sekali, miris melihat anak-anak kita yang masih duduk di bangku sekolah sudah berani ngelem. Sebab dari ngelem itu bisa tumbuh rasa ingin mencoba yang lebih dari itu, makanya harus dicegah dari sekarang," katanya.

Selain aksi ngelem, ngomix atau meminum obat-obatan seperti obat batuk merek tertentu untuk memberikan efek tenang bagi remaja, juga sangat dikhawatirkan.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia