Ketua JSIT Indonesia Datangi Bupati Berau

 

TANJUNG REDEB – Sejumlah pengurus Yayasan Ash Shohwah bersama Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, Sukro Muhab, Sabtu (28/01/2017) malam berkunjung ke rumah jabatan Bupati Berau Muharram. Tujuan kedatangan mereka selain melakukan silaturahmi, juga ingin ikut berkontribusi membangun pendidikan yang ada di Kabupaten Berau, melalui ide dan gagasan di dunia pendidikan yang kini tengah digalakkan pemerintah, yakni pendidikan karakter.

Usai silaturahmi, Sukro Muhab mengatakan, saat ini konsep yang ada sudah cukup bagus. Hanya, dalam tatanan praktek pendidikan karakter, masih belum maksimal. Sementara SIT, lanjut dia, telah lebih dulu mengembangkan sistem pendidikan karakter. Apalagi, menurutnya, pendidikan karakter tidak terpisahkan dari dunia pendidikan Indonesia, dan bisa diimplementasikan di sekolah manapun.

“Sementara modelnya kita sudah ada. Oleh karena itu, kita berbincang dengan Bupati supaya model-model pendidikan karakter ini juga diperhatikan. Bukan hanya di sekolah IT (Islam Terpadu) saja, tapi juga di sekolah-sekolah lain, terutama untuk penguatan nilai-nilai agama,” ungkapnya kepada beraunews.com.

Terlebih, kata dia, di kurikulum 2013 ada 4 kompetensi inti yang harus dipenuhi. Kompetensi tersebut adalah, religius, sikap, keterampilan dan pengetahuan. Tetapi pada kenyataannya, sejauh ini masih banyak guru yang tidak siap untuk di dua kompetensi yakni, religius dan sikap. Sementara di sekolah IT, hal tersebut telah lebih dulu dilaksanakan.

“Apa salahnya kita juga berbagi ide dan gagasan. Harapannya, konsep sekolah Islam ini tidak hanya dinikmati oleh sekolah Islam saja. Apalagi kita di Indonesia ini mayoritas Islam, saya kira pendidikan Islam harus menjadi yang tidak terpisahkan dari bagian pendidikan nasional itu sendiri,” bebernya.

 

Sementara itu, Muharram menyambut hangat kedatangan pengurus Yayasan Ash Shohwah dan Ketua JSIT itu. Ia juga mengapresiasi Yayasan Ash Shohwah yang telah mendatangkan Ketua JSIT ke Kabupaten Berau. Ia menilai, dalam mengelola pendidikan yang baik, tentu perlu ada narasumber yang memang kompeten untuk memberikan masukan-masukan.

“Tujuannya datang ke sini silaturahmi, dan menyampaikan gagasan tentang sekolah Islam terpadu ke depannya. Yang intinya, sekolah dikelola bukan hanya sebatas mendapatkan ilmu pengetahuan, tapi juga penguatan dalam hal keagamaan. Sebagai Bupati, tentu merespon ini dengan sangat baik dan positif,” bebernya.

Ia juga berharap, ke depannya tidak hanya sekolah di Yayasan Ash Shohwah yang menerapkan pola pembelajaran terpadu ini. Sekolah yang berstatus negeri juga dapat menerapkan pola yang sama.

“Tidak menutup kemungkinan sekolah-sekolah negeri juga akan kita terapkan pola-pola pembelajaran dengan cara yang sama. Walaupun dengan cara yang tidak persis, tapi paling tidak sebagian implementasinya ada,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia