Roadshow 100 Kampung, Ini Tanggapan Bupati

 

TANJUNG REDEB – Ibarat pepatah “Sekali Merengkuh Dayung Dua Tiga Pulau Terlampaui”, itulah yang menggambarkan antara Rencana Kerja Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau yang baru, Ilyas Nasir dengan program Bupati Berau, Muharram dan Wakil Bupati (Wabup), Agus Tantomo, pasca dilantik sebagai kepala daerah pada Februari 2016 lalu.

“Itu juga programnya kita, kita suruh atur untuk menyesuaikan karena tentu perlu kita mensosialisasikan apa program-program kita. Khususnya, terkait dengan pengamanan anggaran yang kita titip, dana desa itu,” ungkap Muharram saat ditemui beraunews.com di Setkab Berau, Kamis (26/01/2017) siang.

Dalam program itu, lanjut Muharram, ia akan mencoba mengumpulkan warga dalam satu waktu dan satu tempat. Program yang dirangkai dengan kegiatan sosialisasi ini juga bertujuan supaya masyarakat dapat melakukan tindakan preventif dalam mengamankan pengelolaan Anggaran Dana Kampung (ADK) dan Dana Desa (DD), yang bersumber dari APBN tahun 2017, oleh aparatur pemerintahan kampung.

“Ini bukan karena kami sebatas mau keliling. Tapi, ada hal-hal penting yang selama ini mungkin tidak diketahui masyarakat, perlu kami paparkan,” lanjutnya.

BACA JUGA : Awal Februari, DPMK Mulai Roadshow 100 Kampung, Bupati-Wabup Turut Serta

Dikatakan Muharram, ia juga akan mensosialisasikan program yang akan menjadi kebijakan pemerintah daerah. Selain itu, juga sosialisasi terkait tata cara pengelolaan keuangan kampung.

“Hak-haknya masyarakat itu, seperti ini dan seterusnya. Itu yang mau kita komunikasikan dengan masyarakat, sekaligus melakukan sosialisasi program Pemkab Berau, dan memang sekaligus juga mencoba menyampaikan ke masyarakat, supaya ikut terlibat juga dalam rangka untuk mengontrol pemanfaatan dana ini,” katanya.

Jika visi-misi dan program yang baik telah disusun pemerintah daerah ini tidak disosialisasikan ke masyarakat, khawatirnya antara aparatur pemerintah kampung, khususnya kepala kampung dengan masyarakat, akan timbul ketidakpahaman kedua belah pihak tersebut. Aparatur pemerintah kampung jalan sendiri dan masyarakat juga hanya menduga-duga dengan prasangka buruk.

“Sehingga, kita perlu ada upaya untuk mengkomunikasikan program 2017 kepada masyarakat,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia