Jumlah Anak Kurang, Berau Tak Masuk Jatah Penerbitan KIA

 

TANJUNG REDEB – Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar seluruh Kabupaten atau Kota di Indonesia menerapkan Kartu Indentitas Anak (KIA), kembali ditanggapi oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Fredy Suryadie.

Berdasarkan keputusan Mendagri yang mengeluarkan penetapan Kabupaten atau Kota sebagai pelaksanan penerbitan KIA tahun 2017, di Kalimantan Timur, khususnya Berau belum termasuk ke dalam Kabupaten yang ditetapkan oleh Mendagri.

"Sudah ada surat yang dikeluarkan oleh Mendagri terkait Kabupaten atau Kota mana saja yang harus menerbitkan KIA, tapi Berau tidak termasuk. Karena di Kaltim hanya ada satu Kabupaten, yakni Kutai Timur," ujarnya kepada beraunews.com, Rabu (25/01/2017).

BACA JUGA : Belum Terima Instruksi, Kartu Indentitas Anak Belum Diterapkan di Berau

Penetapan Kabupaten atau Kota tersebut dikatakannya merupakan keputusan Mendagri setelah mengevaluasi kriteria yang dapat menjadi alasan daerah tersebut ditunjuk sebagai salah satu daerah yang layak menerbitkan KIA. Sementara menurutnya, saat ini Berau belum masuk dalam kriteria tersebut. Kriteria yang dimaksud diantaranya, jumlah anak usia 0 hingga 18 tahun, presentase aktenya harus mencapai 77 persen sampai dengan tahun 2016.

"Jumlah kita baru sekitar 74 atau 75 persen saja. Masih kurang 2 hingga 3 persen lagi baru masuk ke dalam kriteria yang ditetapkan Mendagri sebagai Kabupaten yang menerbitkan KIA," jelasnya.

Sementara itu, keberadaan KIA dikatakannya, sangat penting bagi anak yang belum memiliki KTP. Salah satunya untuk kenyamanan bagi si anak yang berusia di bawah 17 tahun, baik pada saat bepergian ke luar daerah, mendapatkan pelayanan publik, maupun keperluan lainnya yang membutuhkan bukti identitas kewarganegaraan Indonesia.

BACA JUGA : Kemendagri Minta Daerah Persiapkan Diri Terapkan KIA

"Kalau ditanya seperlu apa KIA ini, saya katakan ini pasti diperlukan. Karena program ini tujuannya dalam rangka memberikan kemudahan bagi anak. Dan ketika kita membutuhkan data untuk anak di bawah 17 tahun pun akan mudah, sebab data mereka yang berusia 17 tahun ke bawah maupun 17 tahun ke atas akan dipisahkan," ungkapnya.

Namun pada intinya, Disdukcapil Berau mengaku siap menerbitkan KIA jika telah mendapat penunjukan oleh Mendagri.

"Kita siap. Hanya presentase jumlah anak yang kurang. Pada hakikatnya kita siap melaksanakan KIA kapan pun Mendagri memerintahkan," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia