6 Kampung Belum Miliki Perpustakaan

 

TANJUNG REDEB – Dalam meningkatkan minat baca masyarakat Berau melalui perpustakaan berbasis IT (Informasi Tekhnologi) di sekitar perkotaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Berau, juga terus menggenjot minat baca masyarakat yang berada jauh dari perkotaan.

Namun diakuinya, dalam mengembangkan minat baca masyarakat di kampung yang jauh dari kota dan akses jaringan yang buruk, perlu dukungan dari pemerintah kampung masing-masing. Hal itu dikatakan oleh Kepala DPK Berau Wiyati. Ia menyampaikan peran pemerintah kampung sangat penting. Seperti menambah referensi buku yang ada di perpustakaan, maupun pembangunan perpustakaan kampung dengan menggunakan Alokasi Dana Kampung (ADK).

"Apalagi sekarang kan anggaran ADK setiap tahun itu besar. Ya kita berharap pengadaan atau penambahan referensi buku di perpustakaan, selain itu juga membangun perpustakaan kampung bagi kampung yang belum memiliki perpustakaan," ungkapnya pada beraunews.com, Minggu (22/01/2017).

Namun kata dia, perlu ada payung hukum untuk perpustakaan kampung tersebut, sehingga dalam pengelolaannya tidak terkendala.

"Meskipun Perdanya sudah ada, namun masih harus disempurnakan. Diantaranya untuk memayungi perpustakaan kampung itu," tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan maksimalnya perpustakaan kampung, maka secara tidak langsung akan merangsang minat baca masyarakat di kampung itu untuk membaca.

"Ini keinginan kita, bagaimana ke depannya perpustakaan kampung ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, oleh masyarakat dalam menambah wawasan," bebernya.

Hanya dikatakannya, dari sekian banyak kampung di Kabupaten Berau tidak semuanya memiliki perpustakaan kampung. Setidaknya masih ada 6 kampung yang tersebar di sejumlah wilayah di Berau yang belum memiliki fasilitas membaca tersebut.

Mantan Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana ini menyampaikan, 6 kampung itu terdiri dari 1 kampung di wilayah Kecamatan Talisayan, 1 Kampung berada di Kecamatan Batu Putih, 2 kampung berada di Kecamatan Segah, dan 2 kampung lainnya berada di Kecamatan Kelay.

Ia menilai, belum didirikannya perpustakaan kampung tersebut, lantaran masih belum menjadi prioritas. Salah satu faktor utama belum pentingnya perpustakaan itu adalah dilihat dari jumlah penduduknya.

"Dengan adanya perpustakaan kampung, secara tidak langsung akan menumbuhkan minat baca masyarakat umum, maupun pelajar sekolah. Dan walaupun di kampung itu hanya ada 30 Kepala Keluarga (KK), perpustakaan itu harus ada," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia