Calhaj 70 tahun Dapat Tiket VVIP dari Kementerian Agama

 

TANJUNG REDEB – Banyaknya jamaah haji berusia lebih dari 70 tahun, membuat pemerintah pusat mengambil kebijakan yang cukup membuat jamaah calon haji (Calhaj) tersenyum lega. Pasalnya, selain adanya penambahan kuota, pemerintah melalui Kementerian Agama akan memprioritaskan calon jamaah haji dengan usia 70 tahun ke atas.

Menyikapi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu, Humas Kementrian Agama Kabupaten Berau, Rachmad Hidayat yang dikonfirmasi, mengaku jika sampai saat ini pihaknya belum menerima surat edaran terkait prioritas calhaj ini. Namun jika memang hal tersbut benar adanya, pihaknya menyambut dengan baik, karena tidak dipungkiri tingginya animo masyarakat Berau untuk beribadah hampir 70 persen usia lanjut.

"Kita belum menerima edaran dari kebijakan pemerintah pusat soal ini, sama juga dengan penambahan kuota yang diberikan ke Kabupaten Berau, hingga sekarang kami belum menerima SK resmi," ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (20/01/2017).

Sementara itu, terkait prioritas keberangkatan, jika seandainya prioritas sesuai dengan kebijakan pemerintah, jumlah calhaj usia 70 tahun ke atas telah dipenuhi, namun masih ada sisa kuota. Maka, sisa dari kuota yang ada akan diisi sesuai dengan nomor urut pendaftar.

"Jika ada kebijakan, kita naikkan yang 70 tahun ke atas, kemudian sisanya akan kita bagi. Setiap keberangkatan harus ada makhrom atau pendampingan, artinya harus ada yang menjaga setiap jamaah, dan tidak mungkin yang seusia, pasti yang lebih muda," imbuhnya.

Terkait kuota, selama ini kuota yang didapat calhaj Kabupaten Berau setiap tahun hanya 115 jamaah, untuk daftar tunggu yang mencapai 18-20 tahun, namun dengan adanya penambahan kuota dan prioritas keberangkatan bagi usia 70 tahun ke atas, otomatis akan mempersingkat daftar tunggu peserta haji. Yang biasanya maksimal 20 tahun sejak tahun ini, dipastikan daftar tunggu maksimal hanya sampai 15 tahun.

"Untuk saat ini belum ada berapa jumlah pasti kuotanya yang baru. Tapi kami sudah menggelar kegiatan pembagian kelompok, kami tinggal menunggu dari pemerintah provinsi, berapa kuotanya, lalu kita tinggal menambah," tutupnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia