Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kekurangan Tenaga

 

TANJUNG REDEB – Hingga kini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Berau masih banyak kekurangan, meskipun telah mendapatkan sejumlah prestasi. Misalnya saja, belum adanya tenaga pustakawan yang secara khusus bertugas di bidang perpustakaan, dan tenaga fungsional arsip. Hal itu disampaikan oleh Kepala DPK Berau, Wiyati. Padahal, salah satu syarat perpustakaan itu adanya tenaga pustakawan.

“Nah ini yang kita belum punya. Tenaga pustakawan merupakan tenaga fungsional dan memiliki keahlian dan pelatihan, atau diklat khusus tentang pengelolaan yang difungsionalkan. Sementara ini kita memiliki tenaga sarjana pustaka, sarjana muda, tapi mereka masih tenaga kontrak dan itupun cuma ada satu orang,” ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (19/01/2017).

Sehingga, lanjut dia, jika hanya mengandalkan pegawai kontrak saja, akan berpengaruh pada kegiatan pelayanan, terlebih PNS yang ada di sana juga masih cukup terbatas. Lebih jauh ia juga mengatakan, selain di bidang perpustakaan, bidang kearsipan juga perlu dilengkapi dengan tenaga fungsional arsip. Untuk diketahui, bidang kearsipan mendapatkan panji terbaik tingkap Provinsi Kaltim.

“Itu berdasarkan dari evaluasi. Karena salah satu satu syarat kearsipan yakni adanya tenaga fungsional arsip,” tuturnya.

Ia menjelaskan, tenaga arsip tersebut merupakan tenaga fungsional yang memiliki pengetahuan khusus, dalam menata pola kearsipan yang benar. Disamping itu, ia juga berharap, bidang kearsipan dapat meningkat menjadi kearsipan berbasis informasi dan tekhnologi (IT).

“Ya meskipun tidak di tahun ini, di tahun yang akan datang itu bisa dilakukan,” bebernya.

Ia menilai, bidang kearsipan harus bisa mengelola arsip-arsip statis yang dikelola dari berbagai SKPD, khususnya arsip keuangan yang memiliki jangka 20 sampai 25 tahun, harus tersimpan dengan baik. Namun kendalanya, saat ini pihaknya belum memiliki depo atau tempat yang representatif dalam memelihara arsip tersebut.

“Kearsipan harus ada gedung khusus, dan itu belum ada. Sementara arsip kita masih berada di depo sementara. Sedangkan depo yang memenuhi standar belum ada,” ujarnya.

Pihaknya berharap, di tahun ini semoga ada anggaran pembangunan gedung dan menjadi prioritas. Sebab, arsip merupakan dokumen yang berharga dan harus terjamin kondisi fisiknya. Apalagi disebutkannya, bidang keperpustakaan mendapatkan prestasi terbaik ketiga, dan kearsipan mendapatkan panji yang merupakan peringkat pertama, sehingga dalam meningkatkan atau mempertahankan prestasi tersebut perlu didukung.

“Ini juga demi mendukung harapan Bupati, yang meminta prestasi panji untuk dipertahankan. Syukur-syukur perpustakaan bisa mendapat prestasi yang lebih baik lagi kedepannya,” harapnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia