Ini Dia Sektor Harapan Berau Dimasa Mendatang

 

TANJUNG REDEB – Tak dapat dipungkiri pertambangan merupakan sektor yang paling signifikan berkontribusi bagi perkembangan Berau. Tetapi sampai kapan hal itu dapat bertahan? Apalagi ditengah krisis ekonomi, dimana harga batubara yang anjlok berdampak pada angka pengangguran dan lebih luas kepada ekonomi Berau secara keseluruhan.

Menyadari hal itu, dimasa pemerintahannya saat ini, Bupati Berau, Muharram bersama Wakil Bupati, Agus Tantomo sudah tak lagi terlalu tergantung pada sektor pertambangan. Duet kepemimpinan ini, sudah mulai meningkatkan pertumbuhan 4 sektor potensial lainnya, yakni pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan sebagai harapan utama Berau dalam beberapa tahun ke depan.

“Kalau pertambangan memang yang terbesar sampai sekarang, tapi sumber alam itu sifatnya tak tergantikan. Artinya, suatu saat sumber alam itu akan habis, kalau kita tidak punya sumber cadangan bisa kacau,” ungkap Bupati.

Dikatakan Bupati, dari awal dirinya bersama Agus Tantomo akan maju sebagai Bupati dan Wakil Bupati, mereka sudah menguatkan konsep-konsep peningkatkan sektor yang mampu menjadi sumber utama pembangunan Berau dimasa mendatang.

Selama ini, Berau memang sudah membangun sektor-sektor tersebut, akan tetapi belum maksimal. Sempat mencuat di media pemberitaan bahwa pemerintah tidak respon terhadap sektor unggulan dimasa akan datang ini. Dengan dasar pemikiran melihat kecilnya nilai anggaran yang dikucurkan untuk sektor pertanian dan perkebunan.

Dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan yang bisa menjadi andalan belum mendapat kucuran anggaran memadai. Dilihat dari data  anggaran tahun 2014 lalu, keempat sektor ini hanya mendapat jatah sekitar Rp63,41 Miliar dari Rp2,4 triliun atau 2,64 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau. Dengan rincian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan sebesar Rp14,13 Miliar (0,59 persen), Dinas Perkebunan sebesar Rp14 Miliar (0,58 persen), Dinas Kelautan dan Perikanan sebesar Rp17,42 Miliar (0,73 persen) serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sebesar Rp17,87 Miliar (0,74 persen).

Sebagai catatan, pada tahun 2014 itu, keempat dinas tersebut, sudah menjalankan program pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan dengan target peningkatan produksi. Akan tetapi, anggaran yang kurang memadai tersebut akan lebih tidak maksimal lagi, jika anggaran tersebut tidak sepenuhnya untuk pembiayaan program kerja melainkan sudah termasuk pembayaran gaji pegawai.

“Nah sektor-sektor unggulan ini yang nanti akan kita kembangkan, dibina dan diberi porsi anggaran yang sesuai,” kata Bupati.

Bupati juga menambahkan, pola pemberian bantuan langsung kepada pelaku usaha juga akan dirubah. Pola sekedar memberikan bantuan alat dan sarana lain seperti pupuk dan alat pertanian dinilai kurang tepat. Sebab akan menimbulkan ketergantungan. Akan tetapi bantuan diarahkan pada aspek lebih luas, mulai dari pendampingan hingga proses pemasaran. Dengan demikian, pelaku usaha pertanian dan lainnya bisa lebih nyaman dan merasa aman.

“Karena jadi masalah juga sudah semangat menanam begitu panen bingung mau jual kemana, kiat sudah upayakan solusinya, seperti kerjasama perusahaan untuk menyerap hasil panen jagung Kampung Eka Sapta,” pungkasnya.(sai)