Pemkab Berau Pastikan Tak Ada Penamaan Pulau dengan Nama Asing

 

TANJUNG REDEB – Terkait kontroversi penamaan pulau dengan nama asing dan pengelolaan asing, sepertinya juga merembes ke Kabupaten Berau. Pasalnya, bukan menjadi rahasia umum jika ada sejumlah pihak asing yang juga ikut menanamkan investasinya di sejumlah spot wisata, seperti di Pulau Maratua Kecamatan Maratua. Kendati demikian, meskipun dalam pengembangan wisata terdapat campur tangan asing, namun terkait sejumlah pulau kecil yang dinamai dengan nama asing dipastikan tidak ada.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng mengungkapkan, memang ada beberapa investor asing yang mengelola sejumlah resort di Pulau Maratua, tetapi asetnya tetap menjadi milik daerah.

“Keberadaannya tetap milik lokal, dan permodalannya juga penanaman modal daerah. Jadi investor tidak mengelola pariwisata itu untuk dimiliki, tapi bekerjasama mengelola pariwisata itu,” ujarnya.

BACA JUGA : Penamaan dan Pengelolaan Pulau kepada Asing Bukan Tindakan Bijak

Terkait penamaan Nabucco Island, yang kerap disangka merupakan nama pemberian asing, disampaikan Mantan Kadistamben ini adalah kesalahpahaman. Sebab, nama itu merupakan sebuah nama resort yang didirikan oleh investor asing di Pulau Pabahanan. Hanya saja, namanya tidak sepopuler nama Nabucco Island Resort yang telah dikenal luas hingga ke mancanegara.

Ia menilai, baik itu Pulau Pabahanan maupun Nabucco Island Resort, sebenarnya tidak menjadi masalah. Tergantung bagaimana nilai jual objek pariwisata tersebut.

BACA JUGA : Pengelolaan Pulau Oleh Orang Asing Berpotensi Picu Masalah Baru

“Memang Nabucco Island Resort lebih akrab di telinga dan lebih terkenal dibanding dengan nama Pulau Pabahanan. Yang pasti, belum ada nama pulau yang menjadi objek wisata, yang dinamai dengan nama asing,” tuturnya.

 

Sementara Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengatakan senada. Ia menegaskan, jika di Kabupaten Berau, khususnya pulau-pulau kecil tidak ada nama pemberian dari pihak investor asing. Meskipun dirinya mengakui, ada dua investor asing yang berinvestasi di Pulau Maratua dan sudah cukup lama berdiri.

“Investor asing memang ada, tapi untuk di wilayah Pulau Derawan dan Maratua tidak ada pemberian nama asing,” bebernya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia