Berau Pilot Project Relawan Patriot Negeri

JAWA BARAT – Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, berkesempatan menjadi pemateri dalam sebuah pelatihan di Penaburan, Subang, Jawa Barat. Pelatihan yang dimulai sejak 9 Januari hingga 30 Januari tersebut, bertajuk 'relawan-relawan patriot negeri', yang dihadiri oleh kurang lebih 80 peserta, yang terdiri dari sarjana lulusan terbaik dari universitas terkemuka di Indonesia.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta juga dibimbing dalam praktek untuk memahami bagaimana beratnya menjadi seorang petani, yang meski telah bekerja keras namun terkadang masih ada yang hidup jauh dari kata sejahtera.

"Ketika saya datang, para peserta kebetulan baru selesai mengisi praktek mencangkul di sawah. Itu bagian dari apa yang menjadi esensi dari pelatihan tersebut, yakni memahami betapa beratnya menjadi petani," ujarnya, Sabtu (14/01/2017).

Peserta yang mengikuti pelatihan itu banyak yang berasal dari sarjana kimia dan listrik, yang menolak kesempatan bekerja di perusahaan besar di Indonesia dengan gaji tinggi, demi mengabdi untuk negeri. Para peserta menggunakan tagline 'desa mandiri tanpa korupsi' sebagai penyemangat kinerjanya.

Dalam sambutannya, Wabup juga sempat menyampaikan keyakinannya atas kehadiran anak-anak bangsa tersebut, sebagai pembawa perubahan bagi Indonesia. Ia berharap, segala sarkasme yang seringkali disampaikan masyarakat yang menggambarkan situasi kontras di sebuah daerah, dapat diatasi dengan kinerja nyata para pemuda Indonesia dalam membangun negerinya.

"Selama ini kita banyak mendengar sarkasme, seperti sudah lebih 70 tahun republik ini merdeka, tapi kampung kami tetap tidak ada listriknya atau ungkapan seperti ayam mati di lumbung padi. Masih banyaknya kampung yang miskin fasilitas di tengah luar biasanya sumber daya alam, termasuk di Berau. Padahal, meratapi kegelapan tidak akan membuat kampung menjadi terang. Daripada meratapi, lebih baik menyalakan sebatang lilin," ungkapnya.

 

Ia pun berharap, ke depan anak-anak patriot negeri bukan hanya sekadar bisa menyalakan sebatang lilin atau menerangi desa, tapi juga dapat membakar semangat pembangunan masyarakat desa, khususnya di Berau.

Selain Wabup, pengisi materi lainnya adalah kepala desa terbaik nasional, petani dan nelayan terbaik nasional hingga ahli BUMDes. Tak hanya itu, 55 orang diantara peserta juga akan ditempatkan di Berau per 1 Februari 2017.

Untuk diketahui, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) juga akan memantau program tersebut untuk menjadikannya program nasional. Sementara di Berau, program tersebut akan menjadi pilot project.

"Doakan semoga semuanya lancar dan target Berau sejahtera bisa semakin dekat. Amin," harapnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia