Raih Panji Keberhasilan, Ini Tanggapan Pimpinan Baru SKPD

 

TANJUNG REDEB – Mengawali tahun anggaran 2017, beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di lingkup Pemkab Berau telah berhasil meraih panji keberhasilan pembangunan dari Pemprov Kaltim. Selain terus mempertahankan dan meningkatkan perolehan panji dari tahun sebelumnya, jajaran SKPD di lingkup Pemkab Berau akan dituntut supaya meraih apresiasi dari Bupati Berau Muharram dan wakilnya, Agus Tantomo dalam penilaian panji keberhasilan pembangunan di tingkat kabupaten/kota, yang rencananya juga akan dilakukan Pemkab Berau.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Ilyas Natsir, yang baru menjabat beberapa hari sebagai Kepala DPMK Berau menggantikan Datu Kesuma, terlebih dulu mengapresiasi keberhasilan beberapa SKPD yang bisa mempertahankan peringkat tiga besar dan menambah satu panji keberhasilan pembangunan dari Pemprov Kaltim untuk Kabupaten Berau.

Selanjutnya, dengan diraihnya tujuh panji keberhasilan pembangunan, salah satunya di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemerintah desa yang memang menjadi kewenangan DPMK Berau. Dijelaskan Ilyas, ia merasa memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk mempertahankan kinerja jajaran pejabat struktural dan pegawai DPMK Berau, yang selama ini telah berjalan baik. Sehingga Pemkab Berau dapat kembali meraih panji keberhasilan tersebut di masa akan datang.

 

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Berau, Wiyati. DPK Berau merupakan penggabungan SKPD antara Kantor Perpustakaan Umum dengan Kantor Arsip Kabupaten Berau, yang juga meraih panji keberhasilan pembangunan di bidang tata kelola arsip pada HUT Kaltim kali ini.

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Berau itu menilai, evaluasi Pemprov Kaltim menunjukkan bahwa Kantor Arsip Berau telah memenuhi persyaratan untuk dapat memperoleh panji tersebut. Dirinya pun memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan prestasi ini.

Meski tata kelola kearsipan yang ada telah tertata rapi di tempat sementara, namun, secara pribadi menurut Wiyati, sebetulnya masih banyak kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi kembali. Mulai dari tidak adanya depo arsip dengan spesifikasi ruang penyimpanan arsip yang representatif di Kabupaten Berau sendiri, maupun tenaga fungsional kearsipan dan sarana pendukung lainnya.

“Kalau ruang yang ada, itukan kondisinya tidak memungkinkan. Begitu juga sarana pendukungnya. Kalau di arsip ini supaya ketahanannya bisa dijaga, memang harus ada depo dengan suhu ruangan yang ditentukan. Itu yang kita upayakan bagaimana tahun kedepannya bisa kita wujudkan atau penuhi,” bebernya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng juga turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras yang dilakukan secara kolektif oleh semua pihak. Baik yang dilakukan Disbudpar Berau selama ini, maupun segala bentuk dukungan masyarakat dan stakeholder terkait yang turut terlibat dalam pengembangan dan pembangunan sektor pariwisata di Bumi Batiwakkal.

Khusus Disbudpar Berau, ungkap Sikra (sapaan akrabnya-red), selama ini bisa dikatakan Disbudpar dapat mempertahankan raihan panji keberhasilan pembangunan di bidang pariwisata kategori kabupaten tersebut. Namun, dirinya tetap akan menjadikan hal ini sebagai motivasi dalam membangun satu jaringan komunikasi yang harmonis dengan semua pelaku sektor pariwisata di Kabupaten Berau.

“Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat kita. Baik di dalam pengembangan destinasi wisata (yang telah ada) maupun meningkatkan mutu pelayanan pariwisata, serta menyediakan tempat-tempat potensi pariwisata baru untuk dikembangkan di waktu-waktu mendatang. Baik potensi yang ada di kawasan bahari, purbakala atau sejarah maupun alam. Itu yang juga sedang kita kembangkan,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia