Ini Penjelasan Mantan Kadistamben Soal Listrik Tower BTS

 

TANJUNG REDEB – Infrastruktur listrik menjadi penyebab sektor pariwisata di Kabupaten Berau terhambat. Ketersediaan listrik selama 24 jam, menjadi hambatan wisatawan untuk datang ke Berau. Hal ini juga dirasakan salah satu provider penyedia jaringan telekomunikasi, PT Simpatindo Multi Media (Telkomsel) Berau.

Telkomsel sangat sulit melakukan pengembangan jaringan telekomunikasi di beberapa kampung, khususnya di wilayah Pesisir Selatan Berau lantaran kurangnya dukungan ketersediaan listrik. Akibatnya, turut membebani pengembangan dan pembangunan tower BTS baru di kampung tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau yang juga mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Berau, Mappasikra Mappaseleng mengakui, jika pihak Telkomsel di Berau pernah mengirimkan proposal terkait persoalan listrik di wilayah tersebut.

Usai menerima proposal itu, lanjut Sikra (sapaan akrabnya-red), dirinya pun segera melakukan koordinasi dengan PT PLN Area Berau. Kala itu, pihak PT PLN tidak bisa memberikan solusi terkait persoalan listrik di wilayah itu, khususnya pemenuhan daya listrik sebesar 100 kVa guna pengoperasian tower BTS.

“Pada tahun 2016 lalu, PLN memang tidak bisa bicara. Tapi, di 2017, PLN rencananya kan sudah 24 jam untuk semua kecamatan, termasuk kecamatan Biduk-Biduk dan kecamatan di pesisir selatan lainnya,” bebernya saat dihubungi beraunews.com, Senin (09/01/2017) sore.

BACA JUGA : Tahun Ini, Telkomsel Rencanakan Bangun Tower BTS Labuan Cermin

Selain itu, pihak PLN juga menargetkan beberapa kampung lainnya yang memiliki objek wisata, akan teraliri listrik selama 24 jam. Seperti, di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan dan beberapa kampung di Kecamatan Segah. Begitu juga untuk Kecamatan Tanjung Redeb dan sekitarnya, juga akan ada penambahan daya listrik sebanyak 10 Megawatt (MW).

“Mudah-mudahan rencana PLN ini dapat berjalan, sehingga Telkomsel bisa menambah tower baru. Kita melihat dia di posisi jaringan mana, saya kira dia pasti berada di lokasi strategis yang jaringan (listrik) tidak susah. Artinya, dari segi bisnis, PLN bisa memprioritaskan,” tambahnya.

Terkait rencana pembangunan tower baru di Kecamatan Biduk-Biduk, menurut Sikra, pihak Telkomsel Berau tetap bisa melakukan penambahan tower baru .Sebab, seiring dengan selesainya pembangunan tower BTS yang diperkirakan membutuhkan daya listrik 100 kVa tersebut, diyakini PT PLN juga telah merealisasikan program “Berau Terang” yakni pemenuhan listrik 24 jam di seluruh kecamatan di Kabupaten Berau.

“Saya kira tahun 2017, seiring selesai dia bangun BTS, PLN sudah masuk program 24 jam. Dia nambah mesin 1 MW di pesisir, di Biduk-Biduk. Artinya, kekurangan sekian (daya listrik) sudah dijawab, setelah ada pengadaan mesin genset, maka itu sudah 24 jam,” tambahnya.

Dalam konteks sektor pariwisata, akses komunikasi memang sangat diperlukan. Misalnya, tambah Sikra, guna kelancaran komunikasi wisatawan ketika ada emergency di objek wisata bahari.

“Ada masalah apakah sehingga wisatawan yang kesana itu masih bisa komunikasi, yang mau melakukan akses jejaring internet, apa dan sebagainya. Itukan terbantu. Bila perlu, jangan lagi ada blank spot disana," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia