Disdukcapil Diminta Buat UPTD di Pesisir Selatan Berau

TALISAYAN – Hingga saat ini, masih banyak penduduk di Kampung Talisayan yang belum melakukan perekaman E-KTP. Salah satu alasan mendasar yang kerap dilontarkan warga, adalah minimnya biaya, serta jarak yang cukup jauh untuk menuju Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau di Kecamatan Tanjung Redeb.

Menyiasati hal tersebut, pemerintah Kampung Talisayan berencana mendatangkan petugas Disdukcapil beserta alat yang dibutuhkan, untuk melakukan perekaman E-KTP dengan menggunakan anggaran ADK (Alokasi Dana Kampung). Kepala Kampung Talisayan, Yamsir mengungkapkan, rencana tersebut sudah cukup lama disusunnya, demi memudahkan warganya dalam melakukan pembuatan E-KTP.

"Asal tidak bertentangan dengan peraturan dan Perbup, tahun ini akan kita anggarkan di ADK. Ini inisiatif kita sebagai pemerintah kampung, dan khusus untuk Kampung Talisayan saja," ungkapnya pada beraunews.com saat ditemui, Minggu (08/01/2017).

Ia menilai, hal tersebut perlu dilakukan. Mengingat tidak semua masyarakat yang berada di Talisayan memiliki perekonomian bagus. Meskipun diakuinya, segala bentuk kepengurusan administrasi pembuatan KTP digratiskan, namun bukan berarti warga yang pergi ke Disdukcapil juga gratis.

"Memang di Disdukcapil itu gratis, tapi transportasi dan penginapannya kan harus bayar. Yang punya keluarga disana tidak masalah, nah kalau yang tidak punya, jelas harus menginap. Beruntung kalau bisa selesai sehari, kalau tidak bagaimana?," terangnya.

Sementara itu, ditanya terkait banyaknya pendatang yang mulai tinggal di Talisayan, Yamsir mengatakan, hal itu sudah diketahuinya. Bahkan pihaknya sebelum akhir bulan Desember lalu, telah mengumpulkan data para warga pendatang. Hal itu juga dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya hal yang tidak diinginkan.

"Jelang tahun baru itu sudah kita rapatkan bersama Koramil, Polsek, serta tokoh masyarakat terkait pendataan warga pendatang. Jadi kita sudah memiliki data warga itu. Setiap RT juga sudah mengantongi identitas dengan mengumpulkan fotocopy KTP asal mereka," bebernya.

Terlepas dari semua itu, pihaknya berharap agar Disdukcapil mendirikan UPTD di wilayah pesisir selatan Berau, sehingga dalam mengurus berbagai administrasi kependudukan masyarakat tidak lagi jauh-jauh untuk merekam KTP ataupun membuat kartu keluarga, dan akte lahir.

"Harapan kita seperti itu, semoga saja UPTD itu didirikan. Soal bagaimana teknisnya UPTD itu didirikan, kita serahkan semuanya ke Disdukcapil. Karena ini juga untuk kepentingan masyarakat banyak," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia