Terkait Hansip, Ini yang Akan Dilakukan Kasatpol PP

 

TANJUNG REDEB – Memastikan tidak adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di setiap wilayah, dan juga melakukan pengawasan antisipasi perdagangan miras dan aktivitas pijat plus-plus, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Ahmad Ismail akan berupaya mengaktifkan kembali Linmas atau Pertahanan Sipil (Hansip).

Ahmad Ismail mengatakan, sebenarnya fungsi hansip juga penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Namun, karena tidak adanya anggaran, sehingga sempat dinonaktifkan.

"Sebenarnya mereka bisa membantu melakukan pengawasan di lapangan. Jika memang ada suatu hal yang melanggar Peraturan Daerah (Perda), maka akan berkoordinasi dengan kami di Satpol PP. Dan mereka di bawah naungan kami di bidang Linmas," ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (07/01/2016).

Dikatakannya, terkait hal ini, pihaknya akan berkoordinasi dan rapat bersama jajaran di lingkungan Satpol PP terlebih dahulu, guna membahas rencana mengupayakan anggaran untuk mengaktifkan kembali hansip.

"Itu yang masih akan kami rapatkan. Kami coba memperjuangkan agar ada anggaran untuk honor mereka," tambahnya.

Ismail menjelaskan, untuk di Kabupaten sendiri sebenarnya ada 64 Hansip. Di setiap kecamatan ada 22, dan di setiap desa atau kampung ada 5. Tapi hansip ini hanya terlihat jika ada agenda pemilu.

"Ini yang jadi harapan saya. Jangan sampai mereka hanya dibutuhkan saat adanya Pilkada, Pilpres ataupun Pemilu," tegasnya.

Dengan adanya hansip inilah, diyakini bisa membantu kinerja Satpol PP dalam melakukan pengawasan maupun mengantisipasi gangguan kamtibmas. Selain itu, Ismail berharap bisa memperjuangkan anggaran untuk hansip ini.

"Semoga saja bisa kita perjuangkan anggaran untuk mereka agar aktif kembali, dan membantu kinerja serta pengawasan di masyarakat, karena hansip menurut saya sangat potensial untuk itu" pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia