Ilyas Natsir Siap Bersinergi Bersama P-Apdesi Berau

 

TANJUNG REDEB – Usai melaksanakan serah terima jabatan, Ilyas Natsir yang dipercaya menggantikan Datu Kesuma sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (BPMPK) Berau, yang kini berganti menjadi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau itu, segera menduduki ruang kerjanya, Selasa (03/01/2017) pagi.

Kepala DPMK Berau, Ilyas Natsir mengungkapkan, dirinya saat ini belum terlalu memiliki rencana kerja maupun target. Pasalnya, dirinya hingga saat ini masih menunggu kelengkapan pejabat struktural di lingkup DPMK Berau. Selain itu, pihaknya juga belum melakukan rapat secara internal guna menentukan rencana kerja, maupun target yang ingin dicapai SKPD-nya di tahun 2017 kedepannya.

Namun, dirinya telah menjalin komunikasi yang baik dengan hampir seluruh stakeholder yang berkaitan erat dengan DMPK Berau. Seperti, dengan jajaran pengurus Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Perkumpulan Aparatur Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (P-Apdesi) Kabupaten Berau, maupun dengan Kepala DPMK Berau sebelumnya, Datu Kesuma.

“Saya malah punya tanggapan dan apresiasi yang bagus terhadap kegiatan Apdesi selama ini, orang-orangnya itu bagus,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Selasa (03/01/2016).

Bahkan, lanjut Ilyas, dirinya sedikit memiliki impian dan harapan kedepannya, yakni P-Apdesi Kabupaten Berau bisa memiliki kegiatan usaha tersendiri yang dilegalkan melalui badan usaha. Sebab, Ilyas melihat jalinan komunikasi antara jajaran pengurus P-Apdesi Berau dengan anggotanya, maupun dengan pengurus P-Apdesi pusat cukup bagus. Sehingga bisa menjadi modal utama untuk membentuk suatu badan usaha.

“Yang akan datang itu, saya malah ingin Apdesi ini juga punya usaha. Dengan pola yang bagaimana sehingga nanti Apdesi ini punya kegiatan sendiri. Tinggal nanti sewaktu-waktu ada yang bisa mengkoordinir, sehingga ada usaha yang lebih besar disini. Katakanlah swalayan atau apalah,” lanjutnya.

Kegiatan usaha yang didirikan P-Apdesi Berau, tambah Ilyas, bisa didirikan dengan sistem kepemilikan saham bersama seluruh anggota P-Apdesi. Dimana, badan usaha P-Apdesi diharapkan juga dapat menampung hasil-hasil dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di Kabupaten Berau.

“Jadi, BUMDes berhasil kalau ada yang membeli. Yang membelinya usahakan Apdesi, atau bisa juga nanti kalau BUMDes sudah jadi dan berjalan baik, maka akan ada BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang membeli,” tambahnya.

Harapan itu, yakin Ilyas, dapat berjalan. Mengingat, P-Apdesi telah memiliki jaringan komunikasi hingga P-Apdesi pusat dan sebagainya. Selain itu, bisa juga melalui BUMD yang nanti akan dibentuk pemerintah daerah guna menampung hasil-hasil kegiatan usaha BUMDes.

“Mudah-mudahan masyarakat, kepala kampung maupun BPK dan sebagainya itu, memiliki Sumber Daya Manusia yang baik dan bagus, sehingga bisa dikelola dengan optimal,” bebernya.

Sementara ini, jelas Ilyas, dirinya baru merencanakan untuk melakukan konsolidasi secara internal di tubuh DPMK Berau sendiri. Selanjutnya, dia ingin berkeliling di seluruh kampung yang ada di Kabupaten Berau guna melihat potensi setiap kampung, maupun memonitor secara langsung penyaluran dan pelaporan penggunaan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Kampung (ADK).

Apalagi total DD dan ADK di Kabupaten Berau untuk setiap kampung cukup besar. Yakni berkisar antara Rp2,5 miliar hingga Rp3,5 miliar. Bahkan, ada kampung yang memilik DD dan ADK hingga Rp5 miliar. Dirinya pun siap berkoordinasi dengan P-Apdesi Berau untuk bersama-sama melihat potensi yang ada di seluruh kampung di Kabupaten Berau.

“Itu yang kita lihat sambil kita melakukan pembinaan. Sambil juga melihat potensi desa atau kampung yang akan kita kembangkan. Kira-kira apa disana, apakah pertaniannya, perdagangannya atau pariwisata dan sebagainya,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia