Dana Desa untuk WC Warga

 

SAMBALIUNG – Bupati Berau Muharram, mengakui jika saat ini sebagian besar warga yang hidup di wilayah pedalaman masih cukup jauh dari perilaku hidup bersih dan sehat.

Hal itu terlihat jelas dengan banyaknya warga yang memanfaatkan air sungai sebagai tempat MCK (Mandi, Cuci, Kakus). Jangankan di pedalaman, di perkotaan saja masih banyak warga minim pengetahuan perilaku hidup sehat, khususnya yang bermukim di atas Sungai Kelay.

“Sudah sepatutnya ditinggalkan hal-hal yang seperti itu, jangan dibiarkan terus menerus, harus mulai beralih hidup sehat,” ungkapnya usai menghadiri hari jadi pasar senja ke-1 di Kampung Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung, baru-baru ini.

Muharram menekankan pejabat setempat untuk merangkul Dinas Kesehatan, atau pihak ketiga agar dapat mensosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal itu perlu dilakukan agar masyarakat sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dari ancaman penyakit menular atau penyakit lainnya.

"Saya mau semua pejabat, mulai dari RT, lurah, kepala kampung, atau camat, bisa lebih berperan aktif agar dapat meningkatkan kesadaran warga dalam berperilaku hidup dan sehat ," tegasnya.

Untuk menunjang program tersebut, dan peningkatan kesadaran warga , Muharram meminta agar kepala kampung dapat memanfaatkan dana desa guna membangun MCK yang lebih baik dan sehat bagi masyarakat yang berada di wilayah pedalaman.

"ADK (Alokasi Dana Kampung) kan besar, kalau bisa setiap rumah memiliki WC sendiri, nanti ditambah lagi dana per RT yang mencapai 50-100 juta, manfaatkan dana itu untuk bikin WC umum atau yang lainnya, yang penting warga tidak BAB, masak dan mencuci di sungai lagi,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia