Waspada!!! Penipuan Mengatasnamakan Dispora Sedang Marak Terjadi

 

TANJUNG REDEB – Informasi terkait adanya oknum Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang menjanjikan pembangunan sarana olahraga di beberapa kampung seperti Talisayan, Giring-Giring, Labanan Makarti dan Tepian Buah, dibantah oleh Kepala Dispora, Suprianto. Pasalnya, pihaknya tidak pernah menjanjikan pembangunan maupun pengadaan untuk sarana olahraga melalui oknum yang mengaku bernama Najib tersebut.

“Tidak ada di Dispora yang namanya Najib, apalagi sampai meminta biaya untuk proposal pengajuan sarana olahraga ke Dispora, tidak betul itu,” ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (29/12/2016).

Menurutnya, hal itu merupakan modus penipuan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan melalui kampung-kampung. Ia pun mengimbau kepada seluruh kepala kampung untuk melakukan konfirmasi kepada pihak Dispora jika mendapati tawaran maupun telpon yang mengatasnamakan Dispora untuk memberikan sarana olahraga kepada kampung tersebut.

“Bisa dipastikan bahwa itu adalah penipuan yang mengatasnamakan Dispora, kami tidak pernah melakukan hal itu. Demi kebaikan bersama, ada baiknya jika kepala kampung mendapatkan tawaran dari pihak-pihak yang mengatasnamakan Dispora untuk segera melakukan kroscek kepada pihak kami agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan pihak Dispora maupun kampung itu sendiri,” ujarnya.

Sebelumnya, beberapa kepala kampung mengaku mendapatkan telpon dari seorang pria yang bernama Najib yang mengaku merupakan pihak Dispora. Pria tersebut menawarkan proposal kepada kepala kampung untuk mengajukan permohonan pembangunan sarana olahraga dengan meminta biaya sekitar Rp4,5 juta kepada setiap kampung.

Ia berharap kepada seluruh kepala kampung untuk dapat dengan cermat dan teliti jika mendapati orang-orang mengatasnamakan sebuah instansi maupun lembaga yang meminta dana.

“Saat ini sudah seringkali penipuan mengatasnamakan lembaga atau instansi pemerintahan, target dan sasaran empuknya itu ada di kampung-kampung, maka tinggal kepala kampung saja lagi yang harus lebih waspada dan cerdas menilai mana yang benar dan mana yang hanya kedok,” tandasnya.(Marta)