RTH dan Penanganan Banjir, Prioritas Dinas LHK Berau

 

TANJUNG REDEB – Minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah perkotaan membuat sejumlah titik kerap di landa banjir, saat musim penghujan. Melihat hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Zulkifli mengaku telah menyiapkan sejumlah program untuk mengatasi melalui SKPD yang baru dibentuk akhir 2016 ini.

Zulkifli mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Camat Tanjung Redeb untuk mengatasi masalah banjir yang sudah menahun, namun belum ada solusi kongkrit sesuai dengan keinginan masyarakat.

"Kami sudah bekerja sama dengan pihak PU dan juga Camat Tanjung Redeb untuk mengatasi masalah banjir yang kerap terjadi di kawasan Jalan Pulau Kakaban, apabila hujan turun, dan dalam waktu dekat ini tim kami akan turun ke lapangan untuk melakukan pembersihan drainase di kawasan tersebut, karena kita tahu bahwa ada drainase yang cukup besar disana," ungkapnya saat ditemui beraunews.com usai pelantikan Pemangku Adat Kesultanan Gunung Tabur, Rabu (28/12/2016).

Sejauh ini, warga harus menderita akibat banjir yang kerap melanda di sejumlah kawasan di perkotaan, bahkan ketika hujan turun dengan intensitas yang rendah sekalipun. Namun demikian, guna menyikapi hal itu, Zulkifli mengaku jika diperlukan peran serta masyarakat untuk kembali menggalakkan gotong royong.

"Percuma saja jika dari pemerintah melakukan pembersihan sementara warga hanya duduk minum kopi saja. Seharusnya saling bekerjasama untuk menciptakan lingkungan yang bersih, dan juga jangan membuang sampah sembarangan tempat," lanjutnya.

Kebersihan lingkungan dan penyediaan RTH, menjadi prioritas dirinya di tahun 2017. Bahkan, ia akan bekerja sama dengan pihak-pihak Ketua RT terkait untuk kembali menggalakan gotong royong membersihkan saluran drainase.

"Insya Allah tahun depan kami akan kerja sama dengan pihak-pihak RT terkait agar bisa bersama-sama melakukan pembersihan drainase. Hal ini juga untuk lingkungan mereka," pungkasnya.(M.S. Zuhrie)