Kadis Tidak Harus Ahli, Tapi Mampu Memanage Pegawainya

 

TANJUNG REDEB – Sebanyak 102 pejabat struktural di lingkungan Pemkab Berau telah masuk dalam gerbong mutasi perdana di bawah kepemimpinan Bupati Berau, Muharram dan Wakilnya, Agus Tantomo, pada Jumat (23/12/2016) lalu.

Namun, banyak pihak yang tetap mempertanyakan kinerja dari 39 eselon II dan 63 eselon III ini kedepannya di kantor baru, yang mulai efektif Senin (2/1/2017) mendatang. Mengingat, 102 pejabat struktural yang direposisi dari jabatan sebelumnya telah mampu memberikan kinerja yang cukup baik dan beberapa penghargaan bergengsi.

Antara lain, Anugerah Dana Rakca 2016, opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) serta penetapan Peraturan Derah (Perda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tepat waktu. Termasuk, kinerja yang cukup baik dalam pengelolaan keuangan daerah, kesehatan fiskal, pelayanan dasar publik serta kinerja baik dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan.

Menanggapi hal itu, Muharram tetap optimis capaian prestasi di tahun 2016 ini dapat terus dijaga dan terulang kembali di tahun 2017 mendatang pasca mutasi tersebut. Bahkan, dirinya pun memiliki keyakinan yang kuat sebab mutasi itu tetap mempertahankan beberapa pejabat tinggi yang sebelumnya berperan penting dalam pengelolaan keuangan Kabupaten Berau.

“Insya Allah, saya tetap optimis. Justru saya merasa yakin, kan pengelolaan keuangan ini tidak ada yang berubah. Ibu Eka masih tetap BPKAD, Dispenda masih tetap Ibu Maulidiyah,” tegasnya.

Terkait Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Basri Sahrin yang turut dirotasi dan kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Berau, Muharram menagatakan, pihaknya tetap mempertahankan beberapa pegawai Bappeda seperti Sekretaris dan Kepala Bidang yang selama ini telah mengisi struktur yang ada.

“Tapi, kan ada tim-tim, sekretarisnya masih stand by. Dan, jangan dikira Pak (M. Gazali, Kepala Bappeda yang baru-red) ini tidak ahli perencanaan, saya kira Pak Gazali ini cukup mumpuni,” jelasnya.

Selain itu, menurut Muharram, pejabat tinggi selevel kepala dinas sebetulnya bukan harus menguasai kemampuan teknis. Melainkan, memiliki pola pikir yang mampu melihat dan mengatur segala potensi-potensi yang ada diinstansinya supaya berkinerja dengan baik. Sebagai contoh Muharram mengumpamakan dirinya sebagai Bupati Berau, tidak harus menguasai semua kemampuan teknis.

“Bukan dia yang membuat perencanaan, kepala dinas itu bukan. Yang membuat perencanaan ada timnya. Jadi, yang dibutuhkan sekarang ini untuk eselon II, itu adalah pola pikir. Kemudian, mampu memanage, mengevalusi, mengawasi, dan mensinergikan seluruh potensi yang dimiliki oleh kantor itu. Sebab, tidak semua (harus ahli),” pungkasnya.(Andi Sawega)