Dispenda Targetkan 1,4 Miliar PAD Dari PDAM

 

TANJUNG REDEB – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Berau menargetkan PDAM Tirta Segah untuk menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2017 senilai Rp1,4 miliar.

Kepala Dispenda Berau, Maulidiyah mengatakan jika target Rp1,4 miliar tidak berubah dari tahun 2016 lalu. Hanya saja tahun 2016, PDAM tidak ada menyumbangkan PAD, padahal seharusnya PDAM menyumbang 30 persen ke daerah dari pendapatannya.

"Kita targetkan Rp1,4 milir tahun 2017 nanti untuk PDAM. Seperti kesepakatan, sehusnya PDAM memberikan 30 persen dari pendapatannya," ungkapnya kepada beraunews.com usai mengikuti usai pengambilan sumpah janji jabatan pejabat struktural esolan II dan III di lingkungan Pemkab Berau di Balai Mufakat, Jumat (23/12/2016) lalu.

Dikatakannya, tahun 2016 lalu memang PDAM mendapat kebijakan dari pemerintah agar tidak menyumbang PAD. Pasalnya, dana yang ada diminta untuk dikelola guna melakukan penambahan jaringan maupun peremajaan.

"Kalau tahun 2017 itu sudah ada targetnya, jadi kita minta PDAM bisa merealisasikannya," tambahnya.

Ditempat yang sama, Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi mengatakan, jika pihaknya siap memenuhi capaian target yang ditetapkan oleh Dispenda. Hal ini pun dirasa merupakan suatu tantangan untuk meningkatkan pendapatan.

"Kita diterget dengan catatan tidak menaikkan tarif. Ini yang menjadi tantangan kita yang harus kita lakukan, bagaimana caranya itu bisa kita capai," terangnya.

Lebih jauh Adief menjelaskan, salah satu cara yang akan dilakukan saat ini dengan memaksimalkan penagihan yang ada. Sehingga pendapatan bisa tercapai tanpa harus menaikkan tarif.

"Kita akan optimalkan penagihan. Dengan cara itu, kita harap bisa mencapai target yang diminta," bebernya.

Selain itu Adief juga merencanakan untuk menggunakan Sistem Informasi Manajemen Penerimaan Hotel dan Restoran (Simhore), seperti yang sudah diterapkan oleh Dispenda. Dengan sistem online seperti itu, diharapkan akan lebih memudahkan para pelanggan untuk membayar tagihan.

"Dengan menggunakan sistem itu, akurasi pembacaan meter juga lebih meningkat. Kalau memang sesuai rencana, Januari atau Februari akan kita luncurkan," pungkas Adief.(Dedy Warseto)