Mutasi Tetap Ada Nuansa Politis

 

TANJUNG REDEB – Mutasi 102 pejabat di lingkungan Pemkab Berau yang diselenggarakan di balai mufakat mengundang perhatian banyak pihak. Salah satunya dari Ketua DPRD Berau Syarifatul Sya’diah.

Ditemui beraunews.com usai prosesi pelantikan dan sumpah janji jabatan, ia menyampaikan, terkait mutasi tersebut puas tidak puas pejabat bersangkutan harus menerima. Sebab sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), pejabat siap ditempatkan dimana saja, dan posisi apapun harus siap. Terlebih pejabat yang bersangkutan sudah memiliki pengalaman di dinas masing-masing sebelum dilakukan mutasi.

“Harapan kami, meskipun ditempatkan di tempat baru, inovasinya tetap berkembang,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (23/12/2016).

BACA JUGA : Mutasi Jabatan Hanya ‘Rolling’, Ini Alasannya

Sementara itu, ditanya terkait apakah sebagian mutasi tersebut sarat akan muatan politik, atau murni sebagai kebutuhan organisasi. Menanggapi hal tersebut, dirinya mengatakan, hal tersebut merupakan kewenangan penuh Bupati.

“Ada sih ada (kepentingan politik-red), tetap ada kalau kami lihat. Tapi itu hak prerogatif Bupati ya sebetulnya. Tapi kan kami lihat tidak ada yang dipromosikan, kewajibannya hanya pergeseran-pergeseran saja,” ujarnya

Dirinya juga menilai, latar belakang pejabat yang dimutasi juga perlu diperhatikan. Meskipun untuk dijabatan kepala SKPD bukan melihat dari kemampuan teknisnya. Melainkan, pejabat yang bersangkutan dituntut untuk mengatur sistem yang ada di lingkungan SKPD itu sendiri, termasuk bersinergi dengan bawahannya.

“Bagaimana mereka merangkul anggotanya, sebab ada juga pejabat yang banyak tidak diinginkan bawahaanya, hingga bawahannya kumpulkan tanda tangan sebagai wujud penolakan. Ini kan berarti pejabat yang bersangkutan tidak bersinergi dengan baik. Semoga saja di tempat baru bisa menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.(Hendra Irawan)