Bupati Teken MoU Konsorsium KEK Pariwisata Maratua

 

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau memberikan perhatian serius dalam pengembangan pariwisata sebagai program prioritas. Selain gencar melakukan promosi, Pemkab bersama Kementerian Pariwisata juga terus memantapkan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Bumi Batiwakkal.

Pemantapan ini ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara Bupati Berau Muharram bersama perusahaan Konsorium KEK Pariwisata Maratua, Selasa (20/12/2016) kemarin. Terlihat hadir dalam penandatanganan MoU yang digelar di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta itu yakni Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata, Dadang Rizki Ratman serta jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Pariwisata.

“Pemkab Berau sudah menandatangani MoU kawasan ekonomi khusus pariwisata Maratua, ada 3 perusahaan gabungan yang mengusulkan kawasan ekonomi khusus pariwisata Maratua. Jadi, melalui badan usaha untuk lebih cepat perkembangannya,” ungkap Kepala Disbudpar Berau, Rohaini yang turut mendamping Bupati pada penandatanganan MoU tersebut saat dihubungi beraunews.com, Rabu (21/12/2016) sore.

Ada tiga cara pembentukan KEK Pariwisata. Pertama pemerintah daerah yang mengajukan, kedua swasta yang mengajukan dan ketiga inisiatif dari Kementerian Pariwisata. Untuk itu, jelas Rohaini, Pemkab mendorong swasta yang mengajukan pembentukan KEK. Pemkab telah mengundang sejumlah perusahaan swasta untuk bersama-sama mengembangkan kawasan ekonomi khusus kepariwisataan ini.

“Jadi, pemerintah MoU dulu dengan 3 perusahaan yang mengusulkan KEK. 3 perusahaan konsorsium, yaitu PT Berau, PT Mitra Resources dan PT Wahana Hijau Sejahtera,” jelasnya.

Tidak hanya kemudahan dalam proses perizinan dalam penetapan kawasan ekonomi khusus. Dengan pembentukan ini, pemerintah pusat juga akan memberikan dukungan dalam pengembangan dan pemenuhan infrastruktur yang ada pada KEK pariwisata.

Nantinya di Kabupaten Berau akan ditetapkan beberapa titik destinasi wisata yang menjadi pusat pengembangan kawasan ekonomi khusus pariwisata ini. KEK Maratua yang memiliki keunggulan wisata pantai dan keindahan pulau-pulau disekitarnya, telah memenuhi seluruh persyaratan kelengkapan dokumen sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2/2011 tentang Penyelenggaraan KEK.

“Nanti akan ada beberapa kawasan objek wisata yang menjadi pengelolaan kawasan ekonomi khusus kepariwisataan ini. Dan, ini juga akan ditindaklajuti dengan PP tentang KEK Maratua. Ini kita baru mulai mengusulkan melalui badan usaha tadi, tapi masih ada 15 tahapan prosesnya,” tulis Rohaini melalui pesan singkat Whatsappnya.

Kementarian Pariwisata, tambah Rohaini, memberikan dukungan penuh dan akan mengawal tahapan pembentukan KEK pariwisata Kabupaten Berau. Bahkan, usulan menggandeng pihak swasta dalam penetapan ini juga saran dari tim Kementerian Pariwisata, dengan harapan pengembangan akan semakin cepat.

“Kementerian Pariwisata memberikan dukungan penuh dan akan dikawal mereka. Sekarang kita terus mematangkan pembentukan KEK ini,” pungkasnya.

Perlu diketahui, berdasarkan Perpres Nomor 2/2015 tentang RPJMN 2015-2019, pemerintah merencanakan untuk mengembangkan 25 KEK hingga 2019. Sebanyak 8 KEK telah ditetapkan (1 KEK di Pulau Jawa, 7 di luar Pulau Jawa) pada 2014. Dengan demikian, pemerintah masih harus menetapkan 17 KEK baru hingga 2019.(Andi Sawega)