Jelang Mutasi, BKPP Siapkan Pejabat Eselon IIB Hingga IIIB

 

TANJUNG REDEB – Jelang mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya pejabat struktural eselon II dan III dilingkungan Pemkab Berau, yang rencananya dilakukan Jumat (23/12/2016) mendatang, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau telah melakukan berbagai persiapan.

Kepala BKPP Berau, Abdul Rifai mengungkapkan, mutasi ini sebelumnya dijadwalkan akan dilakukan pada Kamis (22/12/2106). Namun lantaran bertepatan dengan Hari Ibu, maka pelaksanaan mutasi diundur pada hari Jumat (23/12/2016).

“Sesuai dengan arahan Bupati pada apel beberapa waktu lalu, (mutasi pegawai) dilaksanakan pada tanggal 23 Desember nanti,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Senin (19/12/2016) siang.

Beberapa persiapan yang telah dilakukan BKPP Berau, lanjut Rifai, yakni melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat struktural eselon II B hingga eselon III B yang selama ini telah menjabat di SKPD Pemkab Berau. Namun, hasil evaluasi ini akan dirapatkan kembali bersama Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

“Mudah-mudahan secepatnya bisa dilaksanakan sehingga sebelum Januari bisa kita laksanakan persiapan-persiapan lainnya,” lanjutnya.

BACA JUGA : Persiapan Mutasi Terus Dikebut, 16 Perbup OPD Sudah Dimeja Bupati

Evaluasi tahap awal terhadap kinerja ASN, tambah Rifai, sebetulnya tetap dilaksanakan BKPP Berau. Hal ini guna menempatkan ASN yang sesuai dengan profesi maupun kompetensinya. Meskipun, mutasi ASN merupakan kewenangan kepala daerah.

Mutasi pegawai yang dilakukan kepala daerah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 8/2015 tentang Perubahan Atas UU Nomor 1/2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi UU.

“Sebenarnya itu kita melihat dari enam bulan itu, kemajuan pekerjaannya itu. Kalau memang tidak sesuai, mungkin bisa saja dipindahkan ke tempat lain dan regulasi bisa,” tambahnya.

Salah satu penilaian dalam melakukan evaluasi kinerja ASN, jelas Rifai, yakni melihat capai target program kegiatan yang telah diusulkan dan terlaksana. Apakah ASN itu mencapai apa yang ditargetkan pada dirinya atau tidak?

“Kita akan mengevaluasi kinerja yang bersangkutan. Paling tidak dapat melaksanakan program kegiatannya, sesuai dengan apa ditargetkan,” jelasnya.

Selama ini, diakui Rifai, ada beberapa target yang berdasarkan evaluasi BKPP belum dapat dipenuhi atau dilaksanakan oleh para ASN. Sehingga, mutasi memang perlu dilakukan, khususnya pegawai atau pejabat eselon III dan IV yang terjadi kekosongan hingga dijabat oleh Plt.

Mulai dari ada yang pensiun, meninggal dan sebagainya. Untuk eselon III yang masih belum terisi jabatannya adalah Camat Kelay, Camat Maratua, Camat Talisayan dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdul Rivai.

“Memang selama ini juga ada beberapa yang belum dapat terpenuhi, mungkin dengan adanya mutasi ini atau perubahan ini, dapat membenahi masing-masing kinerjanya untuk mencapai target yang diharapkan,” pungkasnya.(Andi Sawega)