Soal Ijazah Palsu, Plt Camat Bakal Kumpulkan Panitia Pilkakam Suka Murya

 

TALISAYAN – Ditetapkannya Kepala Kampung Suka Murya Kecamatan Talisayan Ferdy atas dugaan penyalahgunaan ijazah palsu untuk kelengkapan pencalonannya sebagai kepala kampung beberapa waktu lalu, mengagetkan banyak pihak. Terang saja, dengan status tersangka tersebut dipastikan akan berdampak pada roda pemerintahan di kampung yang dipimpinnya.

Plt Camat Talisayan, Husdiono saat dikonfirmasi beraunews.com menyampaikan, dengan status tersangka yang disandang Ferdy selaku Kepala Kampung Suka Murya, maka pelayanan publik di kampung tersebut dipastikan akan terganggu.

"Ya jelas mengganggu, karena kalau sudah masuk status tersangka artinya ini seperti bom waktu," ungkapnya, Senin (19/12/2016).

BACA JUGA : Kepala Kampung Suka Murya Ditetapkan Sebagai Tersangka

Meskipun kepala kampung tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga hari ini Senin (19/12/2016) yang bersangkutan masih tetap beraktivitas seperti biasa dalam menjalankan tupoksinya sebagai kepala kampung. Saat ditanya, bagaimana jika kasus tersebut terus berlanjut hingga sampai terjadi penahanan, Husdiono mengatakan, jika hal tersebut terjadi, maka dirinya akan melaporkan hal tersebut ke Bupati secara resmi.

"Secara resmi kita laporkan ke Bupati dan minta petunjuk atau arahan selanjutnya terkait penjabat kepala kampung. Harus secepatnya, agar pelayanan dan pembangunan kampung tidak terhambat," jelasnya.

BACA JUGAKasus Ijazah Palsu, Polisi Juga Tetapkan Mantan Pegawai Disdik Sebagai Tersangka

Disinggung perihal lolosnya berkas pencalonan Ferdy beberapa waktu lalu saat mencalonkan kepala kampung, Husdiono mengatakan, pihak panitia menerima berkas memang sesuai persyaratan. Namun, agar lebih menjamin kepastian, ia berjanji akan mengumpulkan panitia Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam).

"Panitia hanya terima photo copy ijazah yang dilegalisir sesuai persyaratan. Nah waktu melegalisir itu yang bersangkutan bawa aslinya. Saya akan ketemu lagi dengan panitia pilkakam. Baik dari kampung itu sendiri, maupun dari kecamatan," ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke pihak kepolisian.

"Tapi inikan masih tahap pengembangan, mudah-mudahan saja aman," pungkasnya.(Hendra Irawan)