Tambah Referensi Perda RTRW, DPRD Berau Kunker Ke Sidoarjo

TANJUNG REDEB – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapem Perda) DPRD Berau, menggelar Kunjungan Kerja (Kunker) ke luar daerah, yakni ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo. Kunker ini dalam rangka konsultasi terkait Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Seperti terlihat, kunjungan ini dipimpin oleh Wakil Ketua Bapem Perda DPRD Berau, Haryono dan Sekretarisnya, Syahmardan serta diikuti Suharno, Eli Esar Kombong, Warsito, dan Burhan Bakran.

Haryono menjelaskan, kunjungan ini untuk berkonsultasi guna menambah referensi terkait Perda RTRW yang telah dibuat oleh Pemkab Sidoarjo pada tahun 2009 lalu. Dimana, Kabupaten Sidoarjo merupakan kabupaten/kota pertama yang telah membuat Perda RTRW di Provinsi Jawa Timur.

“Jadi kebetulan sebelum fasilitasi, kita memang sudah menjadwalkan sejak lama itu. Kita kepingin belajar dari Sidoarjo,” ungkapnya kepada beraunews.com, Minggu (18/12/2016).

Bahkan, lanjut Haryono, Pemprov Jawa Timur juga belum memiliki Perda RTWR, ketika Perda Kabupaten Sidoarjo Nomor 6/2009 tentang RTRW Kabupaten Sidoarjo Tahun 2009-2029 dibuat, Sidoarjo pun mengalami perkembangan pembangunan dan ekonomi yang cukup pesat.

“Provinsi belum, Sidoarjo sudah. Di tahun 2009, perda RTRW itu dibuat. Karena itulah, kita dari hasil-hasil diskusi dengan teman-teman Bapem Perda, kita coba untuk belajar dari Sidoarjo. Untuk disinkronkan dengan Raperda RTRW Berau,” lanjutnya.

Kabupaten Berau, tambah Haryono, sebenarnya juga telah membuat Perda RTRW. Namun, sampai saat ini belum selesai karena masih pada tahapan fasilitasi di tingkat provinsi. Dimana, tahapan fasilitasi itu dijadwalkan akan digelar Selasa (20/12/2016) mendatang.

“Sebenarnya (Perda) RTRW kita sudah tinggal fasilitasi ke provinsi saja. Jadi sebelum diparipurnakan, biasa tahapannya kan setelah finalisasi dan segala macam, itu baru tahapan fasilitasi,” tambahnya.

 

RTRW sendiri, jelas Haryono, setiap 5 tahun sekali bisa dievaluasi dengan melihat perkembangan pembangunan dan ekonomi yang ada di masyarakat. Untuk itu, pihaknya tentu perlu memperbanyak referensi dengan melihat perkembangan yang ada. Seperti, perkembangan Kabupaten Sidoarjo pasca terbitnya perda tersebut.

“Jadi intinya hanya menambah referensi karena Sidoarjo di Jawa Timur satu-satunya kabupaten yang paling awal membuat Perda RTRW, makanya kita ingin tahu seperti apa,” jelasnya.

Secara teknis aturan, tegas Haryono, rancangan Perda RTRW yang dibuat Pemkab Berau bersama DPRD tidak terkendala masalah teknis ataupun melanggar aturan yang lebih tinggi. Dalam Perda RTRW, sebenarnya hanya membuat perencanaan pembangunan daerah secara menyeluruh. Sementara, secara detailnya, akan dimunculkan pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

“Disitulah detailnya nanti, makanya teman-teman di Bapem Perda sepakat bahwa RTRW harus segera kita paripurnakan supaya yang lain-lainnya termasuk RDTR sudah bisa jalan juga karena kuncinya di RTRW,” pungkasnya.(Andi Sawega)