Soal Isu Pungli di PDAM, Ini Penjelasannya

 

TANJUNG REDEB – Pemutusan atau penyegelan sambungan rumah terpaksa dilakukan PDAM Tirta Segah kepada pelanggan yang melakukan penunggakan pembayaran. Pasalnya, selain jumlah tunggakan mencapai miliaran rupiah, tunggakan itu juga mengganggu kinerja keuangan PDAM, bahkan menjadi temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Setiap tahun, BPKP merekomendasikan agar tunggakan pelanggan tersebut harus ditagihkan atau PDAM diminta melakukan upaya agar tidak ada kerugian yang dialami perusahaan plat merah tersebut. Atas dasar rekomendasi inilah, PDAM kembali melakukan langkah lanjutan dengan melelang sambungan rumah yang telah diputus tersebut. Namun, harga pemasangan sambungan rumah baru itu dilelang senilai Rp5.085.000, berbeda dengan harga subsidi sebesar Rp2,7 juta.

Disampaikan Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi, angka yang ditetapkan ini sudah masuk dalam rapat pembahasan di internal PDAM sebelumnya. Dari hasil rapat tersebut ditemukan lah angka Rp5.085.000 itu.

“Jadi ini memang tarif resmi dari kita, bukan seperti isu yang beredar di masyarakat bahwa ada pungutan liar karena tarifnya membekak dari sebelumnya Rp2,7 juta,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (16/12/2016).

Adief menjelaskan, nilai pemasangan sambungan rumah ini tidak sepenuhnya dipaksakan kepada calon pelanggan. Hanya bagi masyarakat yang ingin memasang saja dan itu pun masuk dalam pelelangan dengan target hingga akhir Desember 2016 nanti.

“Kan banyak pelanggan yang menunggak dan tidak bisa bayar, jadi itu kita bongkar dan segel. Nah karena dia tidak membayar, makanya kita lelang kepada pelanggan yang mau memasang saja. Ini sepenuhnya kita serahkan kepada masyarakat, siapa saja yang mau pasang silahkan ikuti lelang ini dan tidak ada pemaksaan loh,” tegasnya.

Upaya yang dilakukan saat ini, dikatakan Adief untuk menutupi kekurangan dari tunggakan pelanggan yang tidak membayar tersebut. Strategi yang diambil PDAM ini untuk membersihkan laporan keuangan dari utang para pelanggan yang menunggak selama ini.

“Kita sudah diberi peringatan dari auditor karena banyaknya tunggakan ini. Jadi cara ini lah kita ambil agar laporan kita tetap sehat dari sisi pendapatan. Apalagi nilai tunggakan ini yang mencapai miliaran rupiah,” sambungnya.

Nilai ini tidak akan dikenakan pembiayaan lagi. Para pelanggan yang telah membayar tinggal terima bersih pemasangan sambungan rumah baru. Jadi misalnya ada petugas yang meminta tambahan biaya pemasangan, Adief menegaskan, agar segera melaporkan ke manajemen PDAM.

“Ini sudah tetap ya, jadi angka segitu pelanggan sudah terima beres saja sampai selesai. Kita harap ini bisa menutupi kekurangan dari tunggakan pelanggan sebelumnya,” pungkasnya.(M.S. Zuhrie)