5 Kampung Belum Cairkan ADK, Realisasi Capai 97 Persen

 

TANJUNG REDEB – Hingga Rabu (14/12/2016), capaian realisasi Alokasi Dana Kampung (ADK) yang bersumber dari APBD Berau tahun 2016 telah mencapai 97 persen. Hal itu diketahui berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Berau. Dimana, menjelang akhir semester IV, tercatat sudah 95 kampung dari 100 kampung penerima ADK yang telah melakukan realisasi tahap II.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (BPMPK) Berau, Datu Kesuma melalui Kepala Bidang Pemerintahan Kampung, Sudirman. Selain itu, ia juga mengatakan, untuk realisasi tahap pertama sendiri, tercatat sudah 100 persen. Dimana, seluruh kampung telah mencairkan ADK yang totalnya Rp63,626 miliar.

“Artinya, 100 kampung sudah melakukan pencairan tahap I, dan untuk tahap II sampai saat ini, data yang dari keuangan diketahui 95 kampung. Artinya, sudah 95 persen dari 100 kampung yang mencairkan tahap II 2016,” katanya saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya.

Sudirman merincikan, kampung yang belum mencairkan alokasi dana kampung tahap II itu, yakni Balikukup (Kecamatan Batu Putih), Teluk Alulu (Kecamatan Maratua), Tabalar Ulu (Kecamatan Tabalar), Harapan Jaya (Kecamatan Segah) dan Pilanjau (Kecamatan Sambaliung). Sedangkan, total ADK tahap II yang belum teralisasi mencapai Rp4,77 miliar dari Rp96,378 miliar. Dengan demikian, total keseluruhan ADK Kabupaten Berau tahun 2016 mencapai Rp160 miliar.

“Berarti ADK yang sudah cair mencapai Rp155,2 miliar dari Rp160 miliar atau 97 persen, dengan rincian tahap I Rp63,626 miliar dan tahap II 95 kampung Rp91,608 miliar,” bebernya.

BPMPK juga terus mendorong pemerintahan kampung yang belum melakukan pencairan ADK tahap II, untuk segera melakukan proses pencairannya. Selain itu, pihaknya juga mendorong tim kecamatan dan pendamping desa untuk membantu kampung yang belum mencairkan.

Pihaknya tetap optimis, realisasi ADK tahun ini, lebih baik dari tahun anggaran sebelumnya. Sebab, beberapa kampung yang belum mencairkan, sudah ada yang melakukan proses pencairan tahap II, seperti Kampung Pilanjau, yang memiliki ADK sekitar Rp1,2 miliar.

“Masih tahap berjalan karena sampai akhir, kita sudah optimis. Mungkin tahun ini dan waktunya masih ada 15 hari lagi. Semoga kampung-kampung ini nanti bisa mengurus persyaratan untuk penyaluran tahap II. Tapi ini sebenarnya sudah proses (pencairan),” tambah Sudirman.

Sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 58/2015 yang diubah dengan Perbup Nomor 15/2016, jelas Sudirman, proses pencairan ADK yang harus melalui verifikasi dan rekomendasi kecamatan, akan berakhir per 29 Desember 2016 mendatang.

“Kita dorong pemerintah kampung juga sama tim kecamatan dan tim pendamping kampung supaya nanti bisa terealisasi maksimal untuk tahun ini. Minimal lebih baik dari tahun kemarin,” pungkasnya.(Andi Sawega)