Bupati Tegaskan Standar Pelayanan Minimal Harus Terpenuhi

 

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau kembali menggelar konsultasi publik dalam rangka penyusunan draf Rencana Strategi (Renstra) Dinkes Berau Tahun 2016-2021 di Balai Mufakat, Selasa (13/12/2016). Pertemuan yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan tersebut, dihadiri dan dibuka langsung Bupati Berau, Muharram.

Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan pentingnya penyusunan renstra bidang kesehatan. Penyusunan renstra itu bisa sangat sederhana, sebab setiap SKPD, seperti Dinkes maupun Puskesmas, telah ada standar baku mutu pelayanan yang minimal.

Untuk itu, Muharram menegaskan, standar baku mutu pelayanan yang minimal seharusnya dapat dipenuhi dan menjadi perhatian pada saat penyusunan draf renstra, termasuk di bidang Kesehatan. Selanjutnya, baru menyusun program yang sesuai dengan target yang ingin dicapai.

“Pastikan standar pelayanan minimal terpenuhi semua, barulah kita menetapkan target optimal yang harus dicapai,” tegasnya.

Program pengembangan tenaga kesehatan di tingkat Kecamatan dan Kelurahan, diminta Muharram, harus mendapatkan perhatian. Mulai dari pemenuhan sarana dan prasarana hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang ada di tingkat Puskesmas dan Pustu, seperti dokter, perawat, bidan maupun tenaga kesehatan lainnya.

Dalam pembangunan puskesmas juga, dikatakan Muharram, seharusnya bisa dalam satu perencanaan. Dimana, setiap puskesmas dibangun dengan desain yang sama dan sesuai dengan tipenya serta memenuhi standar baku mutu pelayanan minimal. Pemetaan keberadaan pada sarana kesehatan ini sangat penting. Terlebih, melakukan evaluasi fasilitas yang ada dan juga ketersediaan SDM.

“Saya berkeinginan perencanaan ini jangan hanya seremonial, tapi harus ada ouput yang menjadi rambu-rambu dalam menjalankan program ke depan,” lanjutnya.

 

Saat ini, beberapa puskesmas telah mengikuti tahapan akreditasi, yang tentunya harus memenuhi standarisasi yang ada guna mendapatkan status terakreditasi. Hal ini akan tercapai jika lebih dulu fokus dalam pemenuhan standar baku mutu pelayanan minimal. Dimana, pelayanan juga akan bagus dan target pencapaian program akan berjalan lancar.

“Jadi kita fokuskan pada pemenuhan standar pelayanan minimal, Insya Allah akan bagus,” jelasnya.

Pencapaian program kesehatan, bukan dilihat dari banyaknya masyarakat yang mendapat pelayanan di Pustu, Puskesmas maupun di rumah sakit. Namun, keberhasilan program kesehatan akan tercapai ketika tingkat kunjungan masyarakat ke Pustu, Puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan pengobatan mengalami penurunan.

“Program kesehatan berbasis pendekatan keluarga, dengan mewujudkan prilaku hidup bersih dan sehat menjadi salah satu target dalam mencapai masyarakat yang sehat dan bahagia,” pungkasnya.(Andi Sawega)