Janjiku di 2017

TANJUNG REDEB – Proyeksi pembangunan yang berjalan di tahun 2016 ini lebih pada pelaksanaaan kebijakan keuangan daerah dari kepala daerah sebelumnya. Seperti diketahui, untuk melanjutkan estafet pembangunan Kabupaten Berau 5 tahun mendatang, Bupati Berau periode 2016-2021 baru dilantik 17 Februari 2016 lalu.

Seluruh kebijakan pembangunan yang sementara berjalan, terutama pada anggaran murni 2016 belum diambil Bupati, Muharram dan Wakil Bupati, Agus Tantomo. Sehingga, perjalanan tahun 2016 ini, disebutkan Bupati Muharram tidak bisa dijadikan dasar penilaian kinerja Bupati dan Wakil Bupati.

“Karena semua yang berjalan tahun ini masih kebijakan kepala daerah sebelumnya, maka kami sifatnya melanjutkan. Sehingga tidak bisa dijadikan acuan keberhasilan atau kegagalan kami dalam membangun Berau,” jelas Bupati.

Pun demikian sampai dengan berakhirnya tahun anggaran di 2016, tetap belum dapat menjadi penilaian bagi kepala daerah saat ini. Sehingga, proyeksi kebijakan kepala daerah benar-benar baru bisa dilihat diakhir tahun 2017 mendatang.

“Karena itu sudah murni kebijakan kami berdua,” kata Bupati.

Diakui Bupati, kebijakan yang diambil olehnya nanti lebih banyak menyasar pembangunan di luar Ibukota Kabupaten. Dengan kata lain, anggaran akan banyak yang terserap di daerah pinggiran, yakni kampung-kampung. Hal ini dilakukannya atas dasar pertimbangan, jika ekonomi kampung tumbuh pesat, maka secara otomatis akan berdampak ke kota.

“Tetapi sebaliknya, jika pertumbuhan ekonomi kota saja yang diperhatikan, maka tidak akan sampai ke kampung-kampung, makanya konsepnya sekarang adalah membangun dari kampung,” tutur Bupati.

Ia mengaku siap mendapatkan penilaian dari masyarakat, khususnya untuk kebijakan pembangunan dari kawasan kampung. Karena sejak awal mencalonkan diri sebagai kandidat kepala daerah, Muharram dan Agus Tantomo memang mengusung visi misi ini.

Termasuk komitmen menambah besaran nilai Alokasi Dana kampung (ADK) setiap kampung menjadi Rp2 sampai Rp5 miliar per kampung.(sai)