Infrastruktur Jalan Hambatan Pariwisata Berau, Ketua DPRD Harapkan Langkah Cepat Pemprov Kaltim

 

TANJUNG REDEB – Infrastruktur jalan menjadi penyebab sektor pariwisata Kabupaten Berau, terhambat. Jalan yang rusak, jalur tunggal, dan ketidaksiapan transportasi antar jemput wisatawan, menjadi hambatan wisatawan untuk datang ke Berau.

Hal ini seperti yang dirasakan salah satu wisatawan asal Jakarta, Erwin. Dirinya sama sekali tidak menyangka jika kondisi infrastruktur jalan menuju objek wisata yang ada di Berau sudah sungguh memprihatinkan. Dihampir setiap ruas jalan menuju objek wisata, ia harus merasakan laju kendaraanya terhenti secara tiba-tiba lantaran kondisi jalan yang rusak dan berlubang.

“Otomatis kami terpaksa mengerem dan menghentikan laju kendaraan secara mendadak. Baru lepas dari jalan rusak, tidak terlalu jauh jaraknya, ehh ada lagi jadi terhambat lagi,” ujarnya kepada beraunews.com baru-baru ini.

Dikatakannya, penat dan letih pun melanda sekujur tubuh sesampainya di objek wisata yang dituju. Pemandangan dan kealamian objek wisata yang dimiliki Berau memang bisa menghapuskan rasa lelah, letih, dan penat usai menumpuh perjalanan yang cukup melelahkan.

Namun, kondisi ini juga terkadang membuat niat untuk datang kembali mengunjungi objek wisata itu menjadi sebuah pertimbangan yang cukup menjadi masukan kepada calon wisatawan. Bukan hanya akses jalan yang rusak dan berlubang, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sektor pariwisata tentu juga harus kembali diperhatikan pemerintah daerah.

“Wisata disini memang tidak kalah dengan daerah lain. Hanya saja jalan yang rusak menjadi pertimbangan kami (wisatawan) untuk kembali berkunjung karena lelah, letih dan penat hanya termakan di jalan saja,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah mengungkapkan, dirinya selaku pimpinan lembaga legislatif telah memberikan perhatian khusus terkait kondisi ruas jalan menuju objek wisata, yang sebagian besar mengalami kerusakan dan berlubang.

Namun, lanjut Sari (sapaan akrabnya-red), dirinya maupun Pemkab Berau tentu tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, kewenangan pembangunan hampir semua jalan menuju objek wisata itu merupakan kewenangan Pemprov Kaltim.

“Hanya saja untuk jalan menuju destinasi wisata di Berau, memang sebagian besar merupakan kewenangan Pemprov Kaltim. Dan, seharusnya juga mendapatkan perhatian dari dewan dapil Berau untuk menyuarakan perbaikan jalan itu,” ujarnya saat ditemui beraunews.com usai menyambut Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin baru-baru ini.

Akses jalan yang baik, tambah Sari, memang merupakan sarana utama yang akan menghubungkan wisatawan dengan objek wisata. Seperti, menghubungkan wisatawan dengan objek wisata yang berada di pesisir selatan Berau yakni Labuan Cermin, Pulau Kaniungan dan lainnya.

“Oleh karena itu, hal ini juga seharusnya mendapatkan perhatian khusus oleh instansi terkait (Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kaltim-red),” tambahnya.

Sari meyakini, jika akses jalan menuju objek wisata cukup baik, akan mampu meningkatkan atau mendobrak peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Berau, termasuk ke Kaltim secara umum setiap tahunnya. Tentu, pemenuhan akses jalan yang baik kembali memerlukan perhatian Pemprov Kaltim.

“Semoga saja ada perhatian lebih dari Pemprov Kaltim untuk segera melakukan perbaikan. Dan, jika dibiarkan terus-menerus, dikhawatirkan juga akan semakin bertambah rusak kondisi jalan ini,” pungkasnya.(Andi Sawega)