Banyak Ormas dan LSM Ilegal Tak Terpantau

TANJUNG REDEB – Minimnya dana pengawasan terhadap organisasi masyarakat (Ormas) maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang melakukan pergerakan atau sebuah kegiatan di Kabupaten Berau, menjadi salah satu kendala yang saat ini dihadapi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Berau.

Andi Sari Berlian selaku Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Kesbangpol Berau mengatakan, hingga saat ini masih ada saja ormas-ormas yang belum mempunyai Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dan melakukan kegiatan tanpa adanya konfirmasi kepada pihaknya selaku badan yang merangkul seluruh ormas maupun LSM di Kabupaten Berau.

“Sampai saat ini baru ada 33 ormas dan LSM yang telah memiliki SKT. Dan semestinya setiap lembaga yang terdiri lebih dari satu orang dan membentuk kegiatan itu sudah termasuk dalam kategori organisasi, maka harus mendaftarkan lembaganya ke Kesbangpol untuk bersama-sama kami rangkul. Namun saat ini kami keterbatasan dana untuk memonitoring dari sekian banyak ormas maupun LSM yang ada di Berau, sehingga masih ada saja ormas-ormas yang tidak terdaftar tetapi masih menggunakan fasilitas pemerintah daerah,” ujarnya kepada beraunews.com.

Namun, meski dana untuk pengawasan dan pemantauan terhadap ormas di lapangan masih minim, pihaknya tetap melakukan himbauan-himbauan agar seluruh ormas maupun LSM yang masih illegal (tak punya SKT-red) untuk segera menyerahkan persyaratan pembuatan SKT bagi lembaga ataupun organisasi mereka.

“Kami agak kesulitan kalau harus memantau satu per satu  dilapangan, sementara jumlah ormas dan lembaga di Berau ini cukup banyak dan bahkan setiap saat ada saja ormas dan lembaga baru yang terbentuk, tetapi tidak melapor ke pihak kami. Sehingga kami hanya meminta kesadaran dan perhatian dari ormas dan LSM terkait hal itu,” tutupnya.(mta)