Wakil Ketua MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Berau

 

TANJUNG REDEB – MPR RI sebagai lembaga tertinggi negara terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945. Salah satunya dengan terus mensosialisasikan Empat Pilar kebangsaan.

Empat Pilar kebangsaan dimaksud, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional, Ketetapan MPR bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan konsensus yang harus dijunjung tinggi, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, kekayaan bangsa, serta modal dan semangat pemersatu bangsa

Untuk itulah, generasi muda pasca reformasi perlu terus menerus diberikan pemahaman tentang Empat Pilar Kebangsaan, sehingga untuk menghadapi masa depan bangsa ini akan lebih tegak dan kokoh dalam berbangsa dan bernegara menuju cita-cita proklamasi.

Kebebasan berpendapat memang menandai lahirnya era reformasi, tapi seringkali kebebasan tersebut dimaknai bebas tanpa batas. Kesalahan pemahaman tersebut menyebabkan kendurnya nilai-nilai agama dan nilai-nilai keakraban sosial. Tentu saja, hal tersebut sangat mengkhawatirkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Berau dilakukan oleh Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin bersama dua anggota DPD RI, Muslihuddin Abdurrasyid dan M. Idris S, dengan didukung Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Berau.

Ketua Panitia Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Andi Yahya yang juga Ketua PPI Berau mengatakan, sosialisasi yang digelar di ruang Rapat Batiwakkal (Paripurna), Sekretariat DPRD Berau, dihadiri oleh segenap komponen masyarakat utamanya para pelajar, mahasiswa serta organisasi kemasyarakat (Ormas) yang ada di Kabupaten Berau.

Dalam acara yang juga dihadiri Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo itu, Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin yang telah berkiprah di parlemen sejak tahun 2000 lalu hanya memberikan sambutan. Sementara, yang menjadi narasumber dalam acara sosialisasi menguraikan Empat Pilar MPR adalah  yakni anggota DPD RI Dapil Kaltim, Muslihuddin Abdurrasyid dan M. Idris S.

“Tujuan pelaksanaan sosialisasi ini adalah untuk menggali nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agar dapat dipahami secara utuh, menyeluruh dan berkelanjutan. Kegiatan ini nantinya diharapkan bisa menjadi dasar dalam mewujudkan visi dan misi Indonesia ke depan lebih maju dan bermartabat,” ungkap Mahyudin.

 

Mahyudin menambahkan, apa yang menjadi agenda hari ini diharapkan mampu mendorong semangat masyarakat khususnya pemuda Berau agar dapat berkompetisi di kancah Nasional dengan membawa nama harum Kabupaten Berau

“Tunjukkan! Selama kita mau berusaha dan berdoa, pasti ada jalan. Kita harus percaya diri. Saya harapkan dari sini kedepannya pemuda di Kabupaten Berau ada yang menduduki jabatan kementerian di pusat,” ujarnya, Jumat (9/12/2016).

Sosialisasi ini dilandaskan pada cita-cita negara Indonesia dalam alinea IV UUD RI 1945. Salah satunya adalah untuk 'Mencerdaskan kehidupan bangsa', atas dasar itulah sosialisasi menjadi begitu penting. Karena melalui kegiatan ini dapat membentuk manusia Indonesia yang berkualitas, maju, unggul , berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi sebagai modal utama dalam pembangunan bangsa.

“Pemahaman dan implementasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar negara harus selalu ditumbuhkembangkan dalam mewujudkan cita-cita masa depan Indonesia yang lebih baik menuju masyarakat yang sejahtera, adil, makmur serta menjadi negara yang berdaulat dan bermartabat, bebernya.

Sementara itu, Ketua DPRD Berau, Syarifatul Syadiah mengapresiasi terselenggaranya sosiailisasi empat pilar kebangsaan ini. Terlebih lagi, para peserta dapat lebih memahami makna dari keempat pilar tersebut. Termasuk, tentang Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia.

“Ini sangat penting untuk dipahami secara benar (arti 4 pilar kebangsaan), khususnya untuk para pelajar yang menjadi ujung tombak negara dalam menangkal budaya asing yang sifatnya negatif masuk (ke Indonesia),” pungkasnya.(Andi Sawega)