Gubernur Ingin Swasta Terlibat Kembangkan Jagung, Pemprov Siapkan 5.000 Hektar Lahan

 

TALISAYAN – Kabupaten Berau merupakan salah satu daerah yang sangat potensial di sektor pertanian, khususnya jagung. Bahkan saat ini Berau merupakan pemasok jagung terbesar di Kaltim yang mencapai angka 60 persen. Hal inilah yang membuat Pemprov Kaltim mencanangkan Berau sebagai lumbung jagung di Kaltim.

Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak menyadari jika pertanian jagung di Kabupaten Berau tak bisa hanya mengandalkan petani dan pemerintah saja. Melainkan perlu dukungan dari pihak swasta. Pasalnya, Awang menilai, peran swasta akan sangat berdampak siginifikan pada pertambahan luasan pertanian jagung, sehingga program pemerintah dapat cepat tercapai.

“Kita ingin swasta kembali berpartisipasi dalam pengembangan swasembada pangan khususnya jagung di Kabupaten Berau. Jadi, dalam mewujudkan swasembada tidak hanya dilakukan pemerintah dan petani saja, tapi juga perlu melibatkan swasta,” terangnya kepada awak media, baru-baru ini usai mengikuti tanam jagung perdana di Kecamatan Talisayan.

Dikatakannya, Pemprov Kaltim telah menyiapkan kawasan industri untuk pengembangan jagung di Kabupaten Berau. Hal itu dilakukan demi menjadikan Berau sebagai kabupaten sentra jagung di Provinsi Kaltim.

“Jika pertanian jagung berkembang, masyarakat akan lebih sejahtera,” bebernya.

Terpenting disampaikan Awang, baik pihak swasta, petani dan pemerintah harus saling bersinergi, sehingga dalam mewujudkan Kabupaten Berau menjadi penghasil jagung terbesar berjalan sesuai harapan.

“Harus bekerja sama, agar keinginan kita dalam mewujudkan Berau sentra jagung dapat tercapai,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim, Ibrahim mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, hasil produksi jagung di Berau pada tahun 2015 mencapai 4.550 ton pipil kering dari hasil keseluruhan hasil Kaltim sebesar 8.379 ton pipil kering.

“Berau menjadi salah satu kabupaten yang produktif dalam pertanian jagung, dengan pasokan 60 persen se-Kaltim. Kalau untuk padi Berau nomor 4,” ungkapnya.

Dikatakan Ibrahim, pada tahun 2016 ini Kaltim mendapat bantuan dari kementerian untuk memenuhi luas tanam 11.500 hektar. Khusus di Berau, pemerintah provinsi memberikan target seluas 5.000 hektar. Jika target ini terpenuhi, pada tahun 2017 nanti bantuan untuk Kaltim akan ditambah lagi dengan luasan mencapai 23 ribu hekar, sementara alokasi di Berau direncanakan seluas 7.000 hektar.

“Jadi kita lihat nanti daerah mana yang tidak sanggup memenuhi luas tanam yang ditentukan, maka jatah lahan mereka akan kita pindahkan ke Berau. Kita coba tantang Berau untuk bisa memenuhi 20 ribu hektar,” tegasnya.

Sementara untuk pemenuhan luas tanam 5.000 hektar ini, Kepala Dinas Pertanian Berau, Ilyas Nasir mengatakan, target tersebut hampir terpenuhi. Meskipun belum bisa menyebutkan angka pasti yang dicapai sampai saat ini, ia optimis target tersebut bisa tercapai di akhir tahun 2016 ini.

“Kita lumayan besar, bisa dilihat total produksinya. Dengan 5 ton untuk satu hektarnya dikalikan 5 ribu hektar mencapai 25 ribu ton. Tinggal sedikit lagi jika dibandingkan dengan hasil kita sekarang ini. Kemarin itu ada sedikit kendala, kita harap bisa terpenuhi target ini,” tutupnya.(Hendra Irawan/M.S. Zuhrie)