Tingkatkan Kesejahteraan Guru Melalui CSR

 

TANJUNG REDEB – Dinas Pendidikan (Disdik) Berau menggelar seminar pendidikan bertajuk “Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan”. Seminar yang dilaksanakan di GOR Pemuda, Senin (5/12/2016) pukul 08.00 Wita itu, dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-71 dan Hari Guru Nasional (GHN) Ke-23.

Acara yang dihadiri kurang lebih 3.025 guru se-Kabupaten Berau itu juga dirangkai pemberian penghargaan kepada para guru berprestasi sebagai bentuk terima kasih PGRI kepada guru yang berhasil membimbing siswa-siswi meraih prestasi di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional.

Ketua PGRI Berau, Suprapto mengatakan, meski saat ini terjadi pemangkasan anggaran, namun mutu pendidikan yang baik tetap menjadi prioritas di Kabupaten Berau. Peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan tidak selamanya selalu terpaku pada besarannya anggaran pada sektor pendidikan.

“Meski defisit anggaran, namun PGRI tidak berpacu pada dana yang besar untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Berau. Kami dari PGRI juga memberikan penghargaan kepada guru yang sukses dan mampu membawa prestasi bagi anak didiknya maupun sekolah,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kompetensi, lanjut Suprapto, para guru harus terus melakukan pembelajaran, baik itu secara tatap muka maupun melalui internet. Hal ini juga merupakan tindaklanjut Uji Kompetensi Guru (UKG) yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

PGRI Berau juga meminta agar pemerintah daerah memprogramkan peningkatan jenjang pendidikan para guru yang saat ini belum memiliki jenjang pendidikan hingga Sarjana (S1). Selain itu, memberikan fasilitas internet pada setiap sekolah sehingga mampu memajukan mutu pendidikan. Termasuk, sarana dan prasarana berupa tempat penginapan (mess) bagi guru pedalaman yang akan ke ibukota Berau, Tanjung Redeb.

“Jadi tidak perlu menginap di hotel apabila guru ingin ke Tanjung Redeb. Banyak keluhan guru yang disampaikan ke kami, mulai dari jaringan internet yang di daerah pedalaman susah hingga mess guru yang hingga saat ini tidak ada di Kabupaten Berau,” lanjutnya.

 

Sementara itu, Bupati Berau Muharram dalam sambutannya mengatakan, dirinya telah memiliki program prioritas guna peningkatan kesejahteraan guru maupun tenaga pengajar lainnya. Program yang dimaksud, yakni mengupayakan membantu para guru di sekolah swasta untuk mendapatkan insentif melalui dana Corporate Social Resposibility (CSR) beberapa perusahaan yang nilainya mencapai ratusan miliar.

Namun, lanjut Muharram, para guru juga harus berupaya terus meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Berau. Salah satunya, berupaya meningkatkan minat baca di Kabupaten Berau, yang saat ini hanya 0,001 persen saja.

“Data yang saya terima, minat baca di Kabupaten Berau jauh dari standar. Hal inilah yang wajib kita tingkatkan dan peran guru sangat penting disini. Untuk masalah insentif guru, saya akan upayakan melalui dana CSR beberapa perusahaan yang ada disini,” tuturnya.

Setiap sekolah seharusnya memiliki Ruang Perpustakaan dengan jumlah koleksi buku minimal 20 jenis judul buku dan 200 jenis buku untuk referensi. Untuk itu, tambah Muharram, semua pihak harus berbenah guna meningkatkan mutu pendidikan di Berau yang lebih baik lagi kedepannya.

“Melalui momentum ini, semoga guru bisa memajukan pendidikan di Kabupaten Berau. Menambah minat baca para siswa, itu yang saya harapkan di HUT PGRI ke-71 dan Hari Guru Nasional ke-23 ini,” pungkasnya.(Andi Sawega)