Bupati Tegaskan Tak Mendukung atau Menolak Industri Sawit dan Semen

 

BIDUK-BIDUK – Industri semen dan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Biduk-Biduk juga menjadi perhatian serius Bupati Berau, Muharram. Menurutnya, pada hakikatnya dengan adanya industri semen dan perkebunan kelapa sawit sedikit benyaknya pasti berdampak pada lingkungan disekitarnya.

“Jadi kalau ada yang bilang industri tersebut tidak berdampak, saya kira nonsense (omong kosong-red), pasti berdampak,” ungkapnya kepada awak media, Jumat (2/12/2016) kemarin.

Hanya dikatakannya, jika dampaknya tersebut dapat ditolerir dan tidak mengganggu ekosistem disekitarnya, maka menurutnya sah-sah saja jika investor diberikan peluang untuk berinvestasi.

“Jika bisa masih bisa diminimalkan dan tidak mengganggu, mengapa tidak kita berikan peluang kepada investor untuk berinvestasi di Kabupaten Berau,” katanya.

BACA JUGA : Gubernur Kaltim : Pabrik Semen Masih Dipertimbangkan, Sawit Tak Boleh Dihalangi

Ketika ditanya, karst memiliki dampak yang cukup besar bagi ketersediaan mata air, apakah tidak akan berdampak negatif jika industri semen didirikan. Ditanya seperti itu, Muharram mengakui akan potensi dampak tersebut. Tetapi, yang harus dibedakan, mana yang menjadi bentang karst alam, dan mana yang hanya sekedar batu gamping biasa.

“Itu ada sistemnya. Jadi, jika masuk bentang karst mungkin itu perlu kita hindari. Tapi, jika hanya sekedar batu gamping biasa, saya kira bisa. Namun, jika yang namanya karst atau batu gamping tidak bisa dikelola, pertanyaannya sekarang, jika sementara semen ini dibutuhkan, ya mengapa tidak,” bebernya.

Namun ditegaskannya, dalam hal ini pihaknya berada dalam posisi netral, dan sepenuhnya menyerahkan hal tersebut kepada tim ahli bentukan Pemprov Kaltim. Hal itu dilakukan, untuk melihat sejauh mana dampak yang akan ditimbulkan dari berdirinya industri di Kecamatan Biduk-Biduk.

“Tapi, mungkin lebih baik juga jika antara industri wisata, dan industri semen ini jalan berdampingan. Boleh jadi saling bersinergi, dengan catatan tidak merusak potensi wisata yang ada disekitar industri itu. Perlu diingat, kami disini tidak dalam posisi menolak atau mendukung industri ini,” tandasnya.(Hendra Irawan)