Bupati Tegaskan ASN Harus Disiplin dan Bebas Narkoba

 

TANJUNG REDEB – Upacara peringatan HUT Korpri Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-45 yang digelar di halaman Kantor Bupati Berau, dirangkai dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52.

Bupati Berau, Muharram yang bertindak sebagai pembina upacara. Upacara yang diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Berau ini, juga dihadiri Wakil Bupati, Agus Tantomo, Sekda Jonie Marhansyah selaku Ketua Korpri Berau, Ketua DPRD Berau Syarifatul Sya’diah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Dalam pidatonya, Bupati Muharram yang membacakan amanat Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan, agar Indonesia menjadi bangsa pemenang dalam era kompetisi global, rakyat membutuhkan anggota korpri yang disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi kerja.

Selain itu, lanjut Muharram, segera tinggalkan pola pikir masa lalu. Seperti, ego sektoral, mental priyayi, mental penguasa dan mental koruptif, yang terpaku pada formalitas semata. Fokuskan energi pada intisari dari pelayanan publik, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat.

“Artinya, teruslah melakukan inovasi-inovasi agar pelayanan publik bisa semakin murah, cepat, akurat dan semakin baik,” ujarnya, Selasa (29/11/2016) pagi.

Muharram menambahkan, korpri akan bertransformasi menjadi Korps Profesi Pegawai Aparatur Sipil Negara RI. Diharapkan, korps profesi pegawai aparatur sipil negara menjadi pusat inovasi dan tempat lahirnya loncatan-loncatan kemajuan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

 

Dalam bentuk baru itu, kata Muharram, fungsi pemerintahan yang diemban berupa pembinaan dan pengembangan profesi ASN, memberikan perlindungan hukum dan advokasi kepada anggota ASN, memberikan rekomendasi terhadap pelanggaran kode etik dan kode perilaku, serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

“Kepada segenap jajaran Korpri dimanapun saudara bekerja, saya ucapkan selamat menunaikan tugas dan kewajiban saudara. Lanjutkan pengabdian dan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

Untuk amanat Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita Farid Moeloek, disampaikan Muharram, tema HKN kali ini ialah ‘Indonesia Cinta Sehat’ dengan sub tema ‘Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat’. Dimana, Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) tahun 2005-2024, menetapkan pembangunan kesehatan yaitu menuju ke arah pengembangan upaya kesehatan.

Pengembangan itu bermula dari upaya kesehatan kuratif, bergerak ke arah kesehatan preventif dan promotif, sesuai kebutuhan dan tantangan kesehatan. Namun, tantangan kesehatan saat ini, kata Muharram, telah menghadapi masalah kesehatan triple burden, yaitu masih tingginya penyakit infeksi, kemudian meningkatkannya penyakit tidak menular dan muncul kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi.

“Hal ini dimaksudkan untuk membangkitkan kembali pesan-pesan kesehatan bahwa sehat itu harus dijaga, bergaya hidup sehat, berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional. Sehingga nantinya akan terbangun kemandirian masyarakat yang sadar akan kesehatan untuk mencapai Indonesia kuat,” katanya.

 

Program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga, tambah Muharram, juga diluncurkan melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau disingkat Germas. Dimana, suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Tujuan Germas agar masyarakat berperilaku sehat dengan harapan berdampak pada kesehatan yang terjaga dan terciptanya lingkungan yang bersih, sehingga jika dalam kondisi sehat, produktivitas masyarakat meningkat,” tambahnya.

Secara pribadi, Muharram juga khusus berpesan pada ASN yang ada di lingkungan Pemkab Berau untuk terus meningkatkan kedisiplinan. Pasalnya, jelas Muharram, dari hasil evaluasi pada tingkat kehadiran di masing-masing SKPD yang dilakukan sebelumnya, diindikasikan masih ada pegawai negeri yang tidak disiplin. Masih ditemukan adanya ASN yang tidak hadir di jam-jam kerja.

Dengan adanya ketidakdisiplinan akan kehadiran saja, Muharram menilai, kinerja pegawai itu juga patut dipertanyakan. Muharram berharap ini tidak berlanjut, sebab aturan sudah sangat jelas mengatur sehingga dirinya juga menginstruksikan ke pimpinan SKPD untuk serius menyikapi hal tersebut.

“Saat ini masih terus dilakukan tes urine bagi ASN, yang diharapkan menjadi perhatian bersama. Pegawai negeri sipil harus menjadi cerminan bagi masyarakat agar terbebas dari narkoba,” pungkasnya.(Andi Sawega)