Akhirnya RSUD dr. Abdul Rivai Punya Logo

 

TANJUNG REDEB – Usai melalui proses seleksi yang panjang, dewan juri lomba logo untuk RSUD dr. Abdul Rivai akhirnya menetapkan karya Fajar Imawan sebagai logo terbaik dari 3 finalis. Lomba logo untuk rumah sakit plat merah di Bumi Batiwakkal ini terbuka untuk umum dengan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Terlihat hadir diacara itu, Direktur RSUD dr. Abdul Rivai, Nurmin Baso Mandandan, Pimpinan Redaksi beraunews.com, Abdus Salam, GM Berau Post, Robitoh Johan Palupi dan Ketua IDI Berau, Abdul Jabbar Kareem dan undangan lainnya.

Panitia lomba sekaligus Humas RSUD dr. Abdul Rivai, Erva Anggriana membuka acara dengan membacakan setiap tata tertib penilaian yang tidak bisa diganggu gugat oleh setiap peserta, saksi maupun hadirin yang berkesempatan hadir. Selanjutnya, Erva langsung memberikan kesempatan pada para finalis untuk melakukan persentasi karya yang dibuat oleh ketiga finalis tersebut.

Fajar Imawan yang akhirnya terpilih sebagai pemenang, dalam persentasinya memaparkan dengan lugas makna atau filosofi yang terkandung dalam karyanya itu. Baik, setiap bentuk, huruf, angka, serta warna yang digunakan pada logo tersebut.

Misalnya, jelas Fajar, selain merupakan ikon Kabupaten Berau, penyu yang lengannya terlihat menyatu dengan lambang logo palang merah yang berwarna hijau tua itu menggambarkan jika RSUD dr. Abdul Rivai tidak bisa dipisahkan dari Kabupaten Berau.

Penyu yang dibentuk dari angka 3 itu, lanjut Fajar, juga menyiratkan 3 visi dan misi utama yang ada di RSUD dr. Abdul Rivai. Mulai dari peningkatan sumber daya manusia, peningkatan sarana dan prasarana serta peningkatan sistem manajemen.

“Kenapa saya pilih ikon penyu, beberapa yang hari lalu ketika diumumkan 3 besar, ada beberapa komentar yang menurut saya juga tidak pantas bagi saya. Karena apa pun yang terjadi namanya karya seni, itu tidak ada karya yang jelek. Yang ada adalah karya yang disukai dan tidak disukai. Jadi kadang menurut persepsi saya baik, menurut bapak ibu barang kali tidak sukai. Dan itu sangat subjektif,” jelas pria yang juga tenaga pengajar di Provinsi Kaltara ini.

 

Selain itu, secara filosofis penyu juga merupakan hewan yang luar biasa. Salah satunya, kata Fajar, merupakan hewan fosil hidup alias hewan purbakala yang tidak mengalami evolusi dari zaman terdahulu hingga saat ini.

“Penyu ini juga merepresentasikan kemandirian karena dari kecil, ketika induknya itu bertelur, itu sudah ditinggal. Tinggal kemudian dia mengalami penetasan dan langsung menuju ke laut. Ini merupakan kalau dalam penggambaran secara simbolik, ini adalah bentuk kemandirian,” katanya.

BACA JUGA : Lomba Desain Logo RSUD Abdul Rivai Masuki Tahap Akhir

Anggapan penyu merupakan hewan yang tidak dapat bergerak cepat, dinilai kurang tepat oleh Fajar. Pasalnya, dihabitatnya aslinya yakni di lautan, penyu dapat menumpuh jarak 35 mil hanya dalam 1 jam perjalanan.

“Itu yang kalau kita lari, barangkali juga kalah. Artinya apa, kalau dia sudah fokus di wilayah, dia menjadi yang luar biasa. Kalau kaitan dengan bapak ibu yang ada disini, berarti fokus untuk bekerja dan pengabdiannya itu luar biasa,” bebernya.

 

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Abdul Rivai, Nurmin Baso Mandandan mengungkapkan, selama ini pihak rumah sakit memang belum pernah memiliki sebuah logo. Untuk itu, pihaknya menggelar lomba logo itu agar kedepannya rumah sakit mempunyai logo yang dapat digunakan.

Terlebih, kata Nurmin, usai mendengar langsung pemaparan yang dilakukan oleh para finalis, dirinya yakin adanya ilmu dan semangat yang disampaikan melalui karya itu. Pihaknya juga akan lebih memahami semangat pelayanan kesehatan yang tertuang dalam logo itu, sehingga betul-betul dapat menerapkan dengan penuh pengabdian.

“Mudahan dengan adanya logo ini, juga akan memberikan kita sebagai pemakai logo itu bisa mengaplikasikan apa yang terdapat di dalam logo itu, karena kita sudah memahaminya,” harapnya.(Andi Sawega)