Penyaluran Tak Jelas, Wabup Dorong Pembentukan Forum CSR

 

TANJUNG REDEB – Bertempat di ruang Rapat Sangalaki, Pemkab Berau melalui Wakil Bupati, Agus Tantomo menggelar pertemuan dengan sejumlah perwakilan perusahan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Berau. Pertemuan ini sendiri sebagi bentuk dorongan dari Pemkab terhadap perusahaan agar segera membentuk forum CSR.

Pertemuan dengan perusahaan ini sendiri telah dilaksanakan beberapa kali lantaran Wabup menilai penyaluran program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau biasa disebut Corporate Social Resposibility (CSR) selama ini masih belum terlalu jelas arah dan tujuannya. Bahkan besaran yang diberikan juga belum terukur. Padahal cukup banyak perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Berau.

BACA JUGA : Kumpulkan Pelaku Usaha, Pemkab Ingin Bentuk Forum CSR

Dengan terbentuknya forum CSR ini diharapkan akan membantu dalam mensinergikan penyaluran CSR yang selama ini alirannya belum jelas. Terlebih besarannya yang seharusnya bisa digunakan untuk membangun daerah khususnya di sekitar perusahaan yang melakukan aktivitas.

“Kalau forum ini terbentuk, maka jelas. Saat ini kan masih kabur-kabur, siapa yang menerima dan untuk apa serta besarnya berapa,” ujarnya.

Pertemuan tersebut untuk menegaskan waktu penetapan forum tersebut, begitu juga anggotanya. Agus Tantomo juga memberikan batas waktu agar pembentukannnya tidak lewat dari tahun 2016. Sehingga, di 2017 nanti, program CSR sudah bisa dijalankan untuk membangun Kabupaten Berau.

“Jadi kita di dalam membahas agar forum CSR bisa secepatnya dibentuk. Saya minta Desember sudah selesai semua, dan 2017 nanti bisa berjalan,” tegasnya.

Disampaikannya, CSR ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan setiap perusahaan yang telah beroperasi di Berau. Namun selama ini, penyaluran tersebut tidak terpantau dengan jelas, baik dalam besaran maupun sasarannnya.

“Tidak tahu saya selama ini besarannya berapa, karena hitungnya darimana tidak jelas, begitu juga dengan potensinya. Selama ini setahu kita yang menyalurkan itu hanya PT Berau Coal, sementara perusahaan lain belum jelas,” tegasnya.(M.S. Zuhrie)