BNK Lakukan Tes Urin Mendadak di DPRD Berau

 

TANJUNG REDEB – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Berau, Senin (28/11/2016) pagi, melakukan kunjungan sekaligus tes urin mendadak di Kantor DPRD Berau. Kunjungan dadakan yang dilakukan tim BNK tersebut ditujukan kepada seluruh anggota yang bertugas dilingkungan DPRD Berau. Kurang lebih 121 orang menjalani tes urin dengan tertib dan didampingi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP).

Kepala Bidang Pencegahan BNK Berau, Andi Sari Berlian mengatakan, kunjungan mendadak yang dilakukan pihaknya ke DPRD Berau tersebut merupakan upaya untuk mencegah penggunaan obat-obatan terlarang di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS), baik di SKPD pemerintahan maupun wakil rakyat sendiri.

"Kita datang tanpa menginformasikan sebelumnya kepada pihak DPRD. Hal ini dalam rangka kita ingin melakukan pencegahan dan pembinaan kepada seluruh aparatur pemerintahan agar tidak sekali-kali berani menggunakan barang terlarang," ungkapnya kepada beraunews.com diruangan pemeriksaan peserta tes urin.

BACA JUGAMendadak, BNK Tes Urine PNS Pemkab Berau 

Dikatakannya, hasil tes urin rencananya tidak akan dipublikasi, namun jika terbukti ada yang menggunakan obat terlarang, maka BNK akan melakukan tindak lanjut yang sesuai dengan aturan yang ada.

"Kita akan membuat laporan dari hasil pemeriksaan urin ini dan nanti akan ada rapat tim BNK, baik ada yang positif maupun tidak semua nanti dibahas dalam rapat," ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya'diah mengungkapkan, pihaknya memang belum pernah menjalani tes urin. Namun ia berkeyakinan penuh bahwa seluruh anggota DPRD Berau bebas dari narkoba dan segala jenis obat-obatan terlarang lainnya.

"Tahun 2016 baru kali ini kita jalani tes urin. Saya pribadi sudah sejak lama siap jika dilakukan tes urin di lingkungan kerja kami. Karena saya yakin tidak ada yang menggunakan narkoba, selama ini semua bekerja dengan baik," katanya.

BACA JUGA : Berau Darurat Narkoba : DPRD Siap Ajukan Tes Urine

Jika terbukti ada anggota dewan yang menggunakan obat-obatan terlarang, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang, baik untuk dilakukan pembinaan maupun rehabilitasi.

"Tes urin ini kan sifatnya preventif dan kuratif, jadi selain mencegah juga kalau ada yang terbukti menggunakan bisa dibina dan sebagainya. Tapi saya tetap yakin semua bebas narkoba," tambahnya.

 

Melalui tes urin tersebut, ia mengharapkan agar seluruh masyarakat, terutama generasi muda untuk menjauhi dan menolak segala bentuk dan jenis obat-obatan terlarang.

"Karena narkoba itu tidak ada sama sekali manfaatnya, hanya kerugian dan penyesalan yang didapatkan jika kita mendekatinya," tandasnya.(Marta)