Tambah Pekerja, Perbaikan Mesin PLTU Lati Capai 80 Persen

 

TANJUNG REDEB – Proses perbaikan mesin Unit 3 milik PLTU Lati terus dikejar target penyelesaiannya hingga 25 November mendatang. Target tersebut sesuai surat edaran yang disampaikan kepada masyarakat.

Supervisi PLTU Lati, Nurwahyudi saat dikonfirmasi mengatakan, mengingat kerusakan mesin yang cukup parah serta waktu yang semakin mendekati deadline, maka pihaknya terpaksa harus menambah pekerja untuk mengerjakan perbaikan mesin berkapasitas 1 x 7 megawatt itu.

“Biasanya dari outsourcing itu ada 30 orang dan dibagi dalam beberapa grup, tapi untuk mengerjakan mesin 3, kita tambah beberapa pekerja lagi. Jadi dikeroyok lah biar semakin cepat pengerjaannya. Saat ini progres keseluruhan mencapai 80 persen, tinggal menunggu pemasangan beberapa onderdil lagi, setelah itu finishing dan mesin bisa operasi,” ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (21/11/2016).

Demi memastikan pekerjaan sesuai dengan target yang ditentukan, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo didampingi Direktur Utama PT Indo Pusaka Berau (IPB) Najamuddin serta Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Berau, Mappasikra Mappaseleng, langsung meninjau lokasi perbaikan di PLTU Lati. Dari pantauanya, Wabup melihat ada perkembangan perbaikan mesin yang sedang dikerjakan tersebut.

“Jadi kita lihat perkembangannya sudah sangat bagus, perbaikan tinggal menunggu waktu saja selesai. Kita harap ini dapat sesuai dengan target,” ujarnya usai kunjungan.

Namun demikian, ia kembali menegaskan jika penyelesaian unit 3 ini hanya solusi jangka pendek pemenuhan listrik kepada masyarakat. Mengingat, dua unit lainnya sedang dalam perbaikan juga. Saat ini, dengan rusaknya mesin 3 membuat beban kerja dari unit 1 dan 2 menjadi sangat berat.

“Jangan sampai kita korbankan masyarakat dengan pemadaman lagi, jadi tetap kita jalankan dua mesin ini meskipun sedang tidak sehat. Kemungkinan kalau unit 3 ini selesai akan dilanjutkan pemeliharaan lagi di unit 2 pada bulan Februari nanti. Dan kondisinya akan sama seperti sekarang. Jadi pada saat itu terjadi, PLN harus punya cadangan daya yang cukup,” tegasnya.

Sementara, dilokasi yang sama Direktur Utama PT IPB, Najamuddin mengaku jika kerusakan di unit 3 ini akibat terlalu dipaksakan kerjanya. Padahal, saat bulan September lalu sejatinya telah masuk dalam masa pemeliharaan. Namun dikarenakan bersamaan dengan pelaksanaan Berau Expo, pemeliharaan tersebut terpaksa ditunda.

“Jadi mesin 3 ini sangat rentan, diperparah dengan terlambatnya perawatan sehingga membuat kerusakan semakin parah,” pungkasnya.(M.S. Zuhrie)